Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bersamadengan Dinas Kesehatan Sleman dan Dinas Pertanian Sleman pada hari Senin pukul 08:00 di rumah makan morolejan, Wukirsari (28/03) dan Selasa pukul 08:00 di rumah makan puri mataram, Tridadi (29/03) mengadakan sosialisasi tentang antisipasi dan penanganan zoonosis pada hewan.
Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penyakit potensial wabah yang ditularkan melalui hewan kepada masyarakat luas sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan dapat mengantisipasi bila sewaktu-waktu menemui hewan dengan keadaan yang serupa dengan ciri-ciri penyakit tersebut.
Materi yang dibawakan oleh narasumber, Drh. Wisnu Sutomo, seorang veteriner madya adalah zoonosis. Zoonosis sendiri merupakan penyakit atau infeksi yang ditularkan secara alami melalui hewan kepada manusia. Penyakit-penyakit zoonosis prioritas antara lain avian influenza, tbc bovin, rabies, anthraks, brucellosis, salmonellosis, dsb.
Selain memberikan pemahaman soal penyakit-penyakit zoonosis, sosialisasi ini juga memberikan skema penularan dan cara mengendalikan maupun mencegah penyakit-penyakit tersebut sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan siaga dan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas yang ada apabila terdapat kasus zoonosis yang terjadi.
Sebagai contoh penyakit antrak yang merupakan penyakit menular akut terjadi karena spora bakteri anthracis yang tahan lama di tanah, penyebarannnya bisa terjadi karena mengenai kulit yang terluka, melalui udara atau pernafasan, dan memakan daging yang terkena penyakit antrak ini. Masa inkubasinya 36-72 jam dengan gejala demam, diare, muntah, sakit perut, dan infeksi kulit.
Yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah atau mengendalikan antrak ini adalah dengan cara vaksinasi, mencuci tangan sebelum makan, mencuci sayuran sebelum dimasak, memasak daging hingga matang betul, hewan yang terkena antrak harus dibakar dikubur dengan alasnya kuburan diberi kapur aktif.







Leave a Reply