Berdasarkan aktivitas Gunung Merapi yang semakin meningkat dan level gunung Merapi yang berada di level III sejak 5 November 2020, maka BPBD Sleman berusaha untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas warga masyarakat yang tinggal di wilayah kawasan rawan bencana erupsi gunung Merapi dengan mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana Gunung Merapi. Kegiatan ini diadakan di 5 kalurahan yang berada di kawasan rawan bencana erupsi gunung Merapi dan berikut Lokasi pelaksanaan beserta tanggal pelaksanaannya;
- Kalurahan Galagaharjo yang meliputi warga dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen (23 Maret 2022)
- Kalurahan Umbulharjo yang meliputi warga dusun Pelemsari dan Pangukrejo (24 Maret 2022)
- Kalurahan Girikerto yang meliputi warga dusun Ngandong, Tritis Kulon, dan Nganggring (28 Maret 2022)
- Kalurahan Kepuharjo yang meliputi warga dusun Kopeng, Jambu, Batur, Pagerjurang, Kepuh, dan Manggong (29 Maret 2022)
- Kalurahan Wonokerto yang meliputi warga dusun Tunggularum, Gondoarum, Sempu, dan Manggungsari (30 Maret 2022)
Peserta Kegiatan Sosialisasi ini berjumlah 40 orang dan terdiri dari beberapa aspek antara lain; Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Kalurahan, PKK, Karang Taruna, Linmas, Gapoktan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Relawan. BPBD Kabupaten Sleman menghadirkan BPPTKG sebagai Narasumber yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Subandriyo. Materi yang disampaikan mengenai “Aktivitas Erupsi Gunung Merapi“.
Kegiatan ini di buka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman “ST. Haenry Dharma widjaja, SH, M. Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas warga masyarakat sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak yang timbulkan akibat bencana erupsi gunung Merapi. Diakhir sambutannya beliau menghimbau agar informasi dan ilmu yang didapat pada kegiatan ini dapat disebarluaskan ke keluarga, tetangga, serta warga sekitar.







Leave a Reply