May 31

Gladi Lapang Wajib Latih dan Penggukuhan Forum Pengurangan Resiko Bencana Desa Kalitirto Kecamatan Berbah

Berbah,Rabul,23 Mei 2017. Cara pandang dalam menghadapi Bencana harus dilakukan secara bersama- sama dan secara bertahap harus kita ubah yang dari semula Responsif menjadi Prefentif yaitu pengelolaan resiko bencana, hal ini sesuai semangat yang menjiwai Udang- undang penanggulangan bencana No. 24 tahun 2007 yang telah lahir 10 tahun yang lalu, gladi lapang wajib latih ini merupakan upaya kita untuk mewujudkan semangat dari Undang- undang penanggulangan bencana tersebut,kegiatan Simulasi dan Sosialisasi pengunaan sarpras penggurangan resiko bencana dengan melaksanakan pelatihan Wajib latih untuk kelompok masyarakat dan Gladi lapang penanganan bencana gempa bumi menjadi momentum yang strategis bagi masyarakat Kabupaten Sleman khususya masyarakat Desa Kalitirto untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terkait bencana gempa bumi, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi bencana dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah- langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Kabupaten Sleman dianugerahi karateristik wilayah yang beragam, setiap wilayah memiliki potensi bencana yang berbeda- beda namun demikian hal ini bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri keistimewaan wilayah yang kita miliki, kita semua tidak mengharapkan terjadinya bencana namun kita harus siap menghadapinya bila hal itu terjadi, kata kuncinya adalah kita harus memiliki kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi resiko bencana yang mungkin terjadi. Pemerintah Kabupaten Sleman mempunyai komitmen untuk terus membekali masyarakat dengan kemampuan mitigasi bencana, Sleman terus mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana dari tahun 2014 dan sampai tahun 2017 telah di kukuhkan sebanyak 34 Desa Tangguh Bencana, pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan pengukuhan Forum Pengurangan Resiko Bencana dan di harapkan keberadaan forum ini dapat berkontribusi secara positif dalam penangganan bencana di kabupaten Sleman sekaligus mampu mejadi motor pengerak masyarakat dalam mitiasi bencana, kita sadari bersama dalam setiap mitigasi bencana pemerintah tidak dapat sukses mewujudkan upaya tersebut jika tidak di dukung oleh masyarakat dan tim relawan. Pemeritah Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi pada seluruh masyarakat Sleman dan semua pihak yang turut serta berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana yang selama ini digalakan Pemerintah Kabupaten Sleman.



May 05

Menunggu Suami Mencari Batu, Esti Dan Anaknya Tertimbun Longsor

Cangkringan. Musibah tebing longsor membawa korban jiwa kembali terjadi di alur sungai Gendol pada hari Jum’at (5/5/2017) pada pukul 10.30 wib. Saat kejadian korban Esti Mulyaningsih (24) bersama anaknya Berlian Budinanta (4,5) warga dusun Batur,  Kepuharjo, Cangkringan menunggui suaminya yang sedang mencari batu, korban berteduh di bawah tebing yang tingginya kuranglebih 20 meter. Namun pada pukul 10.30 tebing tempat korban berteduh mendadak runtuh dan menimpa kedua korban.

Tim SAR gabungan terdiri dari TRC BPBD Sleman,  SAR Kaliurang dan komunitas relawan yang melakukan evakuasi merasa kesulitan untuk mengevakuasi korban,  sehingga perlu mendatangkan alat berat ke lokasi. Korban Esti berhasil di evakuasi pukul 16.26,  sedangkan anaknya berhasil di evakuasi pada pukul 16.40 dan langsung di bawa ke RS Sarjito untuk dilakukan visum.

Satu jam sebelumnya Purwanto (33) warga dusun Murangan,  Sindumartani,  Ngemplak juga mengalami hal yang sama juga di kawasan alur sungai Gendol. Korban langsung di evakuasi oleh warga dan penambang dilarikan ke rumah sakit. (Tri)

IMG-20170505-WA0133

 

May 01

Banjir Grabag, BPBD Sleman Kirim Personel TRC Beserta Peralatan Pendukung

     Magelang. Terkait kejadian bencana yang melanda kawasan kecamatan Grabag,  Kabupaten Magelang pada hari  Sabtu (29/04/2017) yang lalu BPBD Sleman mengirim personel TRC yang di lengkapi peralatan pendukung operasi di lapangan. Personil yang di koordinatori komandan TRC BPBD Sleman Sugiyanto Raharjo ini sudah bergabung dengan tim yang terlebih dulu di lokasi bencana yang menggunakan balai Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag sebagai posko pada hari Minggu (30/04/2017).

Dari 8 orang personel yang di berangkatkan kemarin di lengkapi dengan peralatan antara lain 1 mobil navara, 1 motor trail dan di dukung dengan peralatan Jetpump beserta selang : 2 buah, gergaji Mesin : 1 buah, sekop : 2 buah, senggrong : 2 buah,  palu besar : 2 buah, linggis : 2 buah, dandang : 1 buah, kantong mayat : 3 buah, tandu : 1 buah, kotak P3K : 1 buah, webing : 3 buah, carabiner : 4 buah, tali : 2 buah, perlengkapan pribadi (APD) : 7 set (sepatu, sarung tangan, helm)

Berdasarkan laporan personel di lapangan saat sampai di lokasi bencana hujan masih berlangsung dan bahkan luapan air masih menggenangi jalan di sekitar lokassi.

Sedangkan tujuan tim berada disana yaitu mendukung upaya pencarian korban yang belum di temukan. Dari data yanh di peroleh tim bahwa sampai siang ini masih ada 2 orang korban yang belum di temukan akibat terseret arus saat banjir melanda 4 dusun. Dan berikut data korban dan jumlah warga yang mengungsi akibat  kejadian banjir bandang tersebut :

1.Data Korban :

Masih Dalam Pencarian
1) Nama : Masinem (80 th/ Perempuan)
Alamat : Dusun Deles, Desa Citrosono, Kab.Magelang
2) Nama : Jamilatun (12 th/ Perempuan)
Alamat : Dusun Deles, Desa Citrosono, Kab.Magelang

Mengungsi
1) *Dusun Deles = 40 jiwa mengungsi di Masjid*
2) *Dusun Nipis = 102 jiwa mengungsi di rumah-rumah warga*

2. Data Rumah Rusak

a. Dusun Deles, Desa Citrosono
Rumah Hilang = 4 rumah
Rumah Rusak Berat = 2 rumah
Rumah Terdampak = 5 rumah

b. Dusun Nipis
Rumah Hilang = 1 rumah
Rumah Rusak Berat = 2 rumah
Rumah Rusak Ringan = 2 rumah
Rumah Terdampak = 17 rumah

c.  Dusun Karanglo
Rumah Hilang = 2 rumah
Rumah Rusak Ringan = 3 rumah
Rumah Terdampak = 5 rumah

d.  Dusun Kalisapi
Rumah Hilang = 1 rumah
RumTerdampak = 4 rumah

Informasi yang baru saja di terima redaksi menyebutkan 1 orang korban atas nama Jamilatin Mar’ah berhasil di temukan team evakuasi yang terdiri dari BASARNAS,  BPBD, SAR, TNI,  POLRI , PMI,  TAGANA,  dan komunitas relawan PB. Sementara tim yang dilapangan mengalami kendala, antara lain hujan dengan intensitas yang tinggi masih terjadi,  jalan tergenang air dan lumpur yang memperlambat pergerakan tim evakuasi dan ramainya masyarakat yang ingin menyaksikan bencana dari dekat sehingga tim kesulitan untuk melakukan pergerakan. (Tri)

IMG-20170430-WA0043

IMG-20170501-WA0034

Apr 28

GlADI LAPANG DESA TANGGUH BENCANA DESA SARIHARJO KECAMATAN NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN

Pada Hari Jum’at Tanggal 21 April 2017 telah diadakannya Gladi Lapang Desa Tangguh Bencana Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman yang di hadiri  oleh  Ibu wakil Bupati yang  dalam  sambutannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketrampilan warga masyarakat dalam menghadapi erupsi Gunung Merapai khususnya di Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik dan di harapkan dengan adanya Gladi lapang ini jatuhnya korban jiwa akibat bencana erupsi Gunung Merapi dapat di antisipasi karena masyarakat sudah mengetahui tindakan apa yang harus di lakukan pada saat kondisi darurat terkait bencana. Gladi Lapang ini menjadi sarana yang efektif untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mensikapi kondisi Darurat, dengan bekal tersebut di harapkan seluruh warga masyarakat tidak akan panik bila terjadi Bencana, mengingat strategisnya kegiatan ini di harapkan seluruh peserta Gladi Lapang dengan sunggguh – sunguh dan di laksanakan secara periodik karena keterampilan dan pengetahuan kalau kita tidak berlatih dan di asah lagi supaya bisa betul – betul siapsiaga , tanggap, tangkas dan tangguh kita harus terus berlatih seolah- olah Bencana itu akan terjadi nanti. semoga bencana tidak terjadi lagi.Pemerintah kabupaten Sleman turut mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana ini, dan Desa Sariharjo ini Desa  tangguh  bencana  yang  ke 32 dari 36 Desa yang  di  wacanakan di  tahun  2017 ini.

IMG20170421110756

 

IMG20170421102626

 

Mar 06

Lagi, Pakem Di Terjang Angin Kencang, Beberapa Rumah Tertimpa Pohon

            Pakem. Angin kencang kembali menerjang Kecamatan Pakem  (Senin, 6 Maret 2017) 12.30 yang disertai hujan deras namun tidak berlangsung lama, tetapi telah menumbangkan beberapa pohon diantaranya menimpa rumah. Beruntung dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja beberapa rumah mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga sedang. Kejadian ini menerjang wilayah Desa Harjobinangun dan Desa Pakembinangun Kecamatan pakem, Dra Siti Wahyu Purwaningsih Camat Pakem didampingi staf  juga langsung turun memantau kejadian ini, sekaligus secara simbolis menyerahkan bantuan logistik pangan yang dibawa oleh tim logistik BPBD Kab.Sleman. Dalam arahanya Camat Pakem mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu penanganan bencana di wilayahnya.

Di rumah bapak Wagiyono (60) di dusun Kaliwanglu Harjobinangun tampak sebatang pohon kelapa menimpa bagian dapur, yang mengakibatkan kayu atap patah dan mengalami kerusakan sedang. Saat tim dari Kecamatan dan BPBD Sleman tiba di lokasi sedang ditangani oleh TRC BPBD Sleman, SAR SATLINMAS warga, dan komunitas relawan penanggulangan bencana.. Masih di dusun yang sama  pohon melinjo menimpa rumah Ngadilah (50) yang menimpa bagian dapur. Sementara kejadian serupa juga terjadi di Desa Pakembinangun yang juga menumbangkan beberapa pohon dan diantaranya menimpa rumah,hingga berita ini diturunkan  baik TRC BPBD Sleman maupun PUSDALOPS BPBD Sleman masih melakukan olah data terkait kejadian siang hingga sore ini. (Tri)

IMG_7523 - Copy

Kondisi rumah Wagiyono pasca terimpa pohon kelapa

                                                           IMG_7531

   Camat Pakem secara simbolis menyerahkan bantuan logistik pangan kepada Wagiyono

Mar 01

HUJAN DERAS BEBERAPA TITIK DI KECAMATAN PAKEM, TURI, BANJIR DAN LONGSOR

Pakem. Hujan deras yang disertai angin Rabu (01/03/2017) mengakibatkan beberapa titik di Kecamatan Pakem dan Kecamatan Turi banjir,  di Kecamatan Pakem talud tidak lagi mampu menampung air hujan yang melimpah sehingga meluber ke jalanan. Selain itu material berupa batu dan kayu terseret ke tengah jalan, sehingga membahayakan bagi pengguna jalan. Selain banjir di dusun Turgo,  Purwobinangun,  Kecamatan Pakem juga terjadi longsor. Tebing setinggi 20 meter dengan lebar 10 meter longsor menutup akses jalan utama,  berdasarkan laporan yang di terima Pusdaops BPBD Sleman longsor terjadi pada pukul 16.30 yang langsung di tindak lanjuti dengan menerjunkan TRC dengan membawa peralatan gotong royong menuju lokasi longsor. Perjalanan tim terasa berat menuju lokasi karena hujan yang begitu deras di tambah material yang terbawa arus berserakan di jalanan. Sampai berita ini di turunkan pembersihan longsoran baru mencapai 50 persen yang rencananya akan di tindaklanjuti kerja bakti warga esok hari,  tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Disaat yang sama banjir juga menggenangi balai desa Wonokerto yang diakibatkan jebolnya tanggul di belakang balsi desa,  air sempat memasuki beberapa ruangan staf desa. Dalam kejadian ini tidak ada kerugian baik jiwa maupun materi.

Masih di desa Wonokerto,  5 orang yang sedang mencari rumput terjebak longsor di sungai Bedog yang berlokasi di barat dusun Tunggularum, Desa Wonokerto,  Kecamatan Turi. “Ke 5 orang tersebut sehabis mencari rumput sedianya mau pulang,  tetapi tiba tiba jalur yang mereka lewati tertutup material longsor sehingga mereka terjebak tidak bisa menembus longsoran karena hanya itu satu satunya jalan dan Alhamdulillah berhasil kita evakuasi dengan selamat”,  kata Suyatmin warga dusun Tunggularum yang juga anggota TRC BPBD Sleman ini.

IMG_20170301_222308

 

Feb 22

Penyerahan Bantuan Sosial Tidak Terencana Kepada Korban Bencana

BPBD Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan sosial tidak terencana (bantuan keuangan) kepada korban bencana angin kencang yang terjadi di bulan Januari 2017 kepada 90 KK , yang dilaksanakan pada hari Senin 20 Januari 2017. Jumlah seluruh bantuan yang diserahkan sejumlah Rp 85.200.000. Rincian penerima bantuan terdiri dari 89 KK merupakan rumah rusak dan 1 orang meninggal dunia.

Acara penyerahan bantuan keuangan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan, yang dihadiri Camat Seyegan, Kabid Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Sleman dan Staff, serta perangkat Desa dan Dusun terkait. Penyerahan bantuan ini berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 114 tahun 2016 tentang bantuan bencana.

Sebelum penyerahan bantuan telah dilakukan verifikasi kerusakan oleh BPBD Sleman untuk menentukan kriteria kerusakan dan jumlah bantuan yang diterima oleh korban yang rumahnya mengalami kerusakan.

Penyerahan Bansos Tidak Terencana

Penyerahan Bansos Tidak Terencana

Penyerahan Bansos Tidak Terencana

Penyerahan Bansos Tidak Terencana

 

Feb 10

BPBD Sleman Salurkan Bantuan Darurat Untuk Korban Bencana Angin Kencang

Minggir.  Menindak lanjuti kejadian angin kencang yang terjadi pada hari Kamis (9/02/2017) kemarin, yang menerjang wilayah kecamatan Minggir dan Seyegan BPBD Sleman menyalurkan bantuan untuk penanganan darurat. Adapun bantuan yang di sampaikan ke masyarakat berupa paketan makanan instan dan terpal untuk penanganan darurat  rumah yang atapnya rusak.

Seperti diketahui bahwa pada hari Kamis (9/2/2017) hujan deras dan angin kencang menerjang wilayah  kecamatan Minggir dan Seyegan puluhan rumah rusak mulai ringan hingga sedang, yang rata rata kerusakan pada atap. Tim Reaksi Cepat BPBD Sleman yang dipimpin langsung oleh Ka.Bidang Kedaruratan dan Logistik Makwan,STP,MT langsung terjun dilapangan di bantu warga dan komunitas relawan penanggulangan bencana untuk mengevakuasi pohon yang tumbang. Penanganan dan evakuasi pohon yang tumbang berlangsung sampai malam hari karena banyaknya pohon yang tumbang.

Di dusun Gamping tengah, Ambarketawang, Kecamatan Gamping sebatang pohon melinjo roboh menimpa rumah Kamiyem (58) yang mengakibatkan rumah bangunan semi permanen tersebut nyaris roboh, beruntung saat kejadian pemilik rumah sedang berada di tempat saudaranya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dalam kejadian ini. sementara pohon melinjo berhasil di evakuasi TRC,warga dan komunitas relawan penanggulangan bencana.

 

WhatsApp Image 2017-02-10 at 14.19.17(1)WhatsApp Image 2017-02-10 at 14.20.08(1)

WhatsApp Image 2017-02-10 at 14.20.08(2)

Jan 24

HUJAN DERAS BEBERAPA TITIK DI SLEMAN LONGSOR

Sleman. Setelah beberapa hari yang lalu wilâyah Kabupaten Sleman di serbu bencana angin kencang, tadi siang (Selasa, 24/01/17) beberapa titik di Kawasan Kabupaten Sleman terjadi tanah longsor, setelah beberapa jam hujan yang disertai angin kencang yang menumbangkan beberapa pohon. Tanah longsor di dusun Bangunrejo, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman merusak bangunan MCK milik masjid dusun setempat dan mengancam rumah milik warga. Sempat terjadi kepanikan Saat tim BPBD Sleman yang dipimpin Ka.Bidang Kedaruratan Dan Logistik Makwan, STP.MT melakukan asesment di rumah yang terancam, saat di dalam rumah tim mendengar suara gemuruh yang diikuti longsornya bangunan MCK masjid ke jurang berkedalaman 8 meter yang. Sontak saja semua berhamburan keluar dari rumah tersebut, sedangkan posisi pondasi rumah sudah menggantung. .

Sementara di desa Condongcatur satu rumah mengalami kerusakan yang cukup parah setelah hujan yang mengguyur sekitar jam 14.00 itu membuat tanggul longsor dan menimpa rumah milik Agus Rohadi (57), kerusakan terparah di tembok bagian kanan yang jebol akibat hantaman tanggul dari atasnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, cuma jumlah kerugian masih belum can dihitung karena masih di inventarisir.

Ka.Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, STP.MT Yang memimpin langsung operasi dilapangan mengatakan bahwa kemungkinan hujan Masih akan berlangsung beberapa hari kedepan, oleh karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaanya.

“Masyarakat, Relawan, TRC Dan SKPD harus siap apabila sewaktu waktu dipanggil bilamana terjadi bencana”, katanya di lokasi tanah longsor. Disaat yang sama BPBD Sleman menyerahkan bantuan berupa paket lauk pauk, paket tambahan gizi dan selimut yang diterima Agus Rohadi didampingi dari Muspika Kecamatan Depok. Sementara untuk mengatasi longsoran, Makwan berjanji akan mengirim tim TRC Yang dibekali peralatan untuk  menyingkirkan sisa sisa longsoran.

img20170124170945

img20170124193213

 

Jan 09

SIAGA DARURAT, SLEMAN DISERBU ANGIN KENCANG BEBERAPA ORANG TERLUKA

Sleman. Hujan disertai angin kembali melanda wilayah Kabupaten Sleman (Senin,9/01/2017), bahkan beberapa pohon dilaporkan tumbang ada yang melintang di jalan dan menimpa rumah di beberapa titik. Di lapangan Denggung sebuah pohon beringin roboh menipa warung angkringan dan sebuah sepeda motor, serta melukai 3 orang yang sedang duduk di bawahnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan STP,MT mengatakan sejauh ini laporan yang masuk 35 unit rumah rusak, 5 pohon roboh melintang di jalan. Sementara untuk korban luka ada 5 orang yang langsung di larikan ke RSUD Murangan.

“Sampai saat ini kawan kawan PUSDALOPS bersama TRC masih melakukan pendataan, dan kemungkinan masih akan terus bertambah. Dan beberapa titik yang belum tertangani akan di lanjudkan besok pagi”.

Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan sangat berterimakasih pada relawan yang tergabung dalam FKKRS, tanpa di perintah dengan cepat datang ke lokasi untuk membantu petugas mengatasi pohon yang roboh. (Tri)

img20170109180006

 

img_20170109_214225

 

Older posts «