Dec 02

Masih Ditemukan Rekahan di Prambanan

 Hari ketiga Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Bencana Angin Kencang, banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Sleman, masih ditemukan adanya rekahan bukit di depan Watu Payung, Sambirejo, Prambanan berpotensi longsor bila terjadi hujan cukup deras. Masyarakat sekitar kuatir akan terjadi longsoran dan berharap agar bisa di “jugrukke” dengan alat berat. Demikian hasil Evaluasi  Pelaksanaan Tanggap Darurat, Jum’at, 01 Desember 2017 di Posko Wukirharjo, yang dipimpin Camat Prambanan Eko Suhargono, S.IP.  

Selain ditemukan rekahan bukit, dalam evaluasi yang dihadiri perangkat desa, TNI Polri, TRC Sleman dan komunitas relawan itu juga masih ada laporan kejadian tanah amblas di Sambirejo dan perlu pembenahan talut. Jalan Mlakan – Gedang dan Jalan Kikis – Nglengkong terputus dan sudah ditinjau DPUPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kabupaten Sleman. Rencana akan ditangani setelah musim hujan, untuk sementara Jalan Mlakan – Gedang ditutup. Jalan  Kabupaten Watugudeg di Gayamharjo yang amblas 150 meter  juga belum terkondisi, namun sudah dikoordinasikan dengan DPUPKP.  

Di Wukirharjo juga masih diteruskan pembersihan di Losari II RT 05 yang akan dilakukan secara manual dan membutuhkan 10 personil relawan ditambah dengan warga.

Penanganan pembersihan dan pengkondisian rumah warga yang terdampak bencana di lapangan menunjukan kemajuan yang cukup pesat. Ada sekitar 21 rumah warga di Gayamharjo dan 3 rumah di Sumberharjo yang sudah selesai dibersihkan dan dinilai aman untuk dihuni. Namun masih ada beberapa rumah yang masih perlu penanganan dan membutuhkan tambahan personel dan alat berat. Selain itu juga masih dibutuhkan bronjong sekitar 90 buah dan batu 75 kubik  / 20 rit.

Komandan Rayon Militer Prambanan, Capt. Inf. Sarjono yang juga hadir selaku Wakil Komandan Tanggap Darurat menyampaikan bahwa personil dari TNI dan Polri sudah siap untuk terjun membantu penanganan di lokasi-lokasi yang masih membutuhkan bantuan.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Makwan ST, MT menyampaikan bahwa BPBD Sleman masih melakukan inventarisasi rumah yang terdampak dan membutuhkan rehabilitasi dan rekonstruksi. Data yang ada saat ini ada sekitar 10 rumah yang membutuhkan relokasi. Jumlah ini akan diverifikasi dan dikoordinasikan lebih lanjut penanganannya. Untuk penanganan kerusakan rumah yang sifatnya darurat jika nilainya kecil bisa langsung dilaksanakan dan nantinya bisa tukar nota. Untuk teknisnya masih dipersiapkan oleh BPBD Kabupaten Sleman.

Untuk kebutuhan dasar para pengungsi yang jumlahnya meningkat menjadi 94 jiwa yakni 80 jiwa (19 KK) di Prambanan dan 14 jiwa (4 KK) di Mlati juga akan dipenuhi oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial. Sedangkan pengungsi di Gamping yang berjumlah 3 jiwa (1 KK) sudah kembali ke rumahnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.