Nov 29

BPBD SLEMAN DIRIKAN POSKO KOMANDO TANGGAP DARURAT DI WUKIRHARJO, PRAMBANAN

Bpbd Sleman mendirikan Posko Komando Tanggap Darurat Bencan Angin Kencang dan membuka Dapur Umum di  Desa Wukirharjo Prambanan. Keputusan ini diambil setelah melakukan  kaji cepat terhadap dampak hujan lebat yang disertai angin kencang akibat Siklon Tropis Cempaka yang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada hari Senin s/d Selasa, 27-28 November 2017 dan menyebabkan kejadian pohon tumbang, banjir dan longsor.

Data dari Pusdalops Bpbd Sleman di Prambanan, yakni di Dusun  Losari 2 Wukirharjo Prambanan terjadi banjir bandang akibat jebolnya Cek Dam Losari 2 dan Dam Pengendali  dan berakibat 1 rumah hanyut, 1 roboh (rusak berat), 2 kandang sapi rusak,1 ekor sapi mati, 2 ekor sapi luka-luka, 1 kendaran roda 2 rusak berat. Akibat kejadian ini 28 jiwa terpaksa mengungsi.

Hujan lebat juga menyebabkan permukiman warga dan jalan tertimbun material serta bawah jembatan penuh material dan menyumbat aliran sungai. Akses jalan  masyarakat Gayamharjo-Wukirharjo terganggu, karena tergenang banjir cukup dalam.

Banjir Genangan akibat rumpun bambu menutup alur sungai dan menggenangi permukiman, jalan akses menuju SMPN 2 Prambanan dan tempat wisata rumah dome  di Dusun Klero,Dsn Pereng, Dusun Sengir  Desa Sumberharjo Prambanan. Rombongan wisata TK Budi Mulia2 Tamansiswa Yogyakarta (2 bus, 40 siswa) yangs edang melakukan kunjungan ke rumah Dome sempat terjebak dan berhasil dievakuasi TRC BPBD dengan selamat.

Tanah longsor juga tercatat terjadi di 13 titik dan menimpa rumah penduduk dan mengganggu akses jalan warga di Prambanan (8 titik),Seyegan (1 Titik), Kalasan (1Titik), Berbah (1 Titik), Godean (1 Titik), Mlati (2 Titik). Tanah longsor juga menyebabkan talud jalan sepanjang 218 m ambrol di Jalan Seyegan – Godean.

Dampak angin kencang juga  berakibat pohon tumbang (14 titik kejadian) yang menimpa rumah dan melintang di jalan yang tersebar di 9 kecamatan, namun sudah terkondisi oleh TRC Bpbd Sleman dan Komunitas Relawan.

Sementara itu hasil keputusan rapat koordinasi di Kecamatan Prambanan yang dilaksanakan 28 November malam, Bpbd Sleman segera akan menindaklanjutinya dengan mengusulkan kepada Bupati Sleman untuk menetapkan Status Darurat Bencana Angin Kencang.

Bpbd Sleman pagi ini juga akan menyiapkan personil komponen PB Sleman dari unsur BPBD, OPD Terkait, TNI-POLRI, Unit Ops dan Unit Lak, relawan dan paralatan untuk penanganan darurat di lokasi bencana.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.