Nov 14

APEL SIAGA PELAKU PENANGGULANGAN BENCANA DI KABUPATEN SLEMAN DALAM MENGHADAPI CUACA EKSTRIM TAHUN 2015

Kabupaten Sleman sebagai daerah rawan bencana selalu meningkatkan kesiapsiagaan bencana, ada tujuh jenisd bencana yang mengancam wilayah Sleman, yaitu : erupsi gunung Merapi,angin kencang, gempa bumi, banjir lahar hujan, kebakaran, tanahn longsor, dan kekeringan. Kejadian bencana di Kabupaten Sleman paling banyak merupakan bencana hedrometeorologis atau bencana akibat pengaruh cuaca.

Kondisi cuaca di wilayah Sleman saat ini masuk musim pancaroba, prediksi BMKG Yogyakarta musim hujan baru akan terjadi pada bulan November minggu ke tiga. Meskipun demikian hujan dalam skala kecil mulai terjadi di wilayah Kabupaten Sleman,gejala alam yang menonjol pada saat musim pancaroba adalah hujan deras, petir dan angin kencang dan ada kemungkinan terjadi kondisi cuaca yang diluar kebiasaan/normal atau biasa disebut cuaca ekstrim.

Potensi bencana akibat cuaca ekstrim harus disikapi oleh semua pelaku penanggulangan bencana  bukan saja tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat dan dunia usaha. Oleh karena itu BPBD Kabupaten Sleman memandang sangat penting mengadakan apel siaga pelaku penanggulangan bencana menghadapi cuaca ekstrim. Apel siaga ini merupakan tindak lanjud dari workshop “Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim dan Kontribusi Dunia Usaha Dalam Penanggulangan Bencana” yang telah diselenggarakan BPBD Sleman tanggal 28 Oktober 2015 lalu.

Apel siaga ini dilaksanakan pada hari Sabtu,14m November 2015 di Lapangan Pemda Sleman yang diikuti sebanyak 1.200 personel dari BPBD Sleman,Kodim Sleman,Polres Sleman,SKPD terkait,Kecamatan,Desa PMI, Tagana, Relawan dari 39 komunitas. Dalam kegiatan apel ini BPBD Sleman juga mengundang BNPB,  BMKG Yogyakarta, Basarnas Kansar Yogyakarta,BPPTKG, BPBD DIY,rumah sakit di Sleman. Peserta apel juga membawa peralatan dan kendaraan operasional yang sering digunakan untuk penanggulangan bencana yang selanjudnya akan dipamerkan di lokasi apel yang telah disiapkan.

Bertindak sebagai pembina apel adalah Penjabat Bupati Sleman, Ir.Gatot Saptadi juga mengukuhkan Unit Operasional Penanggulangan Bencana da Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana. Unit Operasional Penanggulangan Bencana merupakan organ non struktural yang bertugas melakukan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan. Sedangkan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana merupakan organ non struktural yang melakukan penanggulangan bencana di tingkat desa, kedua unit inilah yang akan membantu ketugasan BPBD Sleman dalam penanggulangan bencana.

Selain itu Penjabat Bupati juga mengukuhkan Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) yang ditandai dengan penyematan Kartu Identitas Relawan (KIR). FKKRS merupakan organisasi yang menghimpun komunitas relawan di Kabupaten sleman. Sampai saat ini terdapat 39 komunitas dan 1.528 relawan yang terdata di BPBD Sleman yang akan mendapatkan KIR. Relawan tersebut dikelompokkan menjadi 9 klaster berdasar kecakapan masing masing yaitu : Klaster Kesehatan, SAR, Logistik, Dapur Umum, Komunikasi dan Informasi,Perlindungan dan Pengungsian, Pendidikan, Relawan Posko, dan Kaji Cepat. (Tri)
10612957_1517621375222710_8635246336674801778_n12248690_1646418572313767_1271443787_n 12226528_1646418562313768_2053939529_n12243908_1646418555647102_1676924504_n (1)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.