alterntif text

«

»

Jan 19

Pencanangan Sekolah Siaga Bencana di Kabupaten Sleman

Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, hari Sabtu (19/1) mecanangkan Sekolah Siaga Bencana Kabupaten Sleman di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nasional Berbah, Sleman. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman yang bekerjasama dengan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Berbah, dengan melibatkan seluruh warga sekolah, relawan dan aparat keamanan.

Penyerahan Sertfikat SSB oleh Bupati Sleman kepada Kepala Sekolah SMK Nasional Berbah

Bupati Sleman menyampaikan bahwa internalisasi penanggulangan kebencanaan dalam kurikulum pendidikan sangat diperlukan untuk mengurangi resiko bencana, terkhusus untuk wilayah Kecamatan Berbah, yang merupakan kawasan rawan bencana gempa bumi. Bencana gempa bumi yang biasanya mempunyai siklus kejadian puluhan bahkan ratusan tahun, perlu disikapi lebih jauh, dan tidak hanya berhenti pada metode gethok tular – seperti yang selama ini dilakukan masyarakat.

Selain itu, Bupati Sleman juga menekankan bahwa internalisasi tersebut juga harus menyentuh kegiatan simulasi penanggulangan bencana yang hendaknya dilakukan berulang, hingga seluruh warga sekolah terbiasa dan pada akhirnya menjadi kegiatan refleks ketika terjadi bencana. Simulasi dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan BPBD Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Drs. Urip Bahagia,  menyampaikan bahwa pencanangan SSB merupakan amanat UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mendorong penanggulangan bencana berbasis pada paradigma pengurangan resiko bencana.  Adapun tujuan SSB adalah:  1. Membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaringbersama para pemangkukepentingan di bidang penanganan bencana; 2. Meningkatkan kapasitas institusi sekolah danindividu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitassekolah serta komunitas di sekeliling sekolah; dan 3. Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.

 

Peta dan Jalur Evakuasi SMK Nasional Berbah

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMK Nasional Berbah, Dwi Ahmadi, SPd menyatakan bahwa sekolahnya telah siap melaksanakan SSB dengan mengintegrasikan pengurangan resiko bencana ke dalam kurikulum, pembuatan silabus dan RPP sekolah. Selain telah berulang kali melaksakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi, SMK Nasional Berbah juga telah memiliki staf pengajar berbagai pelatihan kebencanaan, fasilitas evakuasi sekolah, dan infrastruktur sekolah yang layak untuk dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar.

 

Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di SMK Nasional Berbah

Hingga saat ini, di Kabupaten Sleman telah terdapat 3 SSB, yaitu SMK  nasional Berbah, SMK Muhammadiyah Cangkringan dan SMP Negeri 2 Cangkringan. Untuk itu, Bupati Sleman menghimbau sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sleman untuk bisa melaksanakan program SSB, dengan mengingat wilayah Kabupaten Sleman merupakan salah wilayah rawan bencana.

1 comment

  1. Sekolah Siaga Bencana

    Apa yang dilakukan oleh kawan2 di Sleman sunggu luar biasa. Sudah seharusnya seluruh sekolah yang ada di indonesia menjadi sekolah siaga bencana..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>