Aug 29

Pengumuman Jadwal Lomba Pendirian Tenda Pengungsi 2016

Menindaklanjuti tahapan Lomba Pendirian Tenda Pengungsi antar Komunitas Relawan se-Kabupaten Sleman tahun 2016, berikut ini disampaikan informasi sebagai berikut:
1. Hari / Tanggal : Sabtu – Minggu / 3 – 4 September 2016
2. Lokasi : Lapangan Denggung, Sleman

3. Susunan Acara

3.1. Sabtu, 3 September 2016
3.1.a. Registrasi peserta jam 07.30 – 08.00 WIB
3.1.b. Upacara Pembukaan jam 08.00 – 09.00 WIB
3.1.c. Lomba Sesi 1 jam 09.00 – 11.15 WIB, dengan peserta :

1. LAPBA,

2. Pasag Merapi,

3. Sembada Rescue Community, dan

4. Bagong Community

 

3.1.d. Ishoma jam 11.15 – 12.15 WIB

3.1.e. Lomba Sesi 2 jam 12.15 – 14.30 WIB, dengan peserta :

5. Muncar,

7. SAR SENA,

8. Rescue 920, dan

9. SAR Linmas Korwil VII

(Nomor peserta 6 dan 10 menyatakan mengundurkan diri)

 

3.1.f. Lomba Sesi 3 jam 14.30 – 16.45 WIB, dengan peserta :

11. FPRB Bandung Bondowoso,

12, Senkom Mitra Polri,

13. SKB dan

14. FPRB Mlati

 

3.2. Minggu, 4 September 2016

3.2.a. Registrasi peserta jam 08.00 – 08.30 WIB
3.2.b. Lomba Sesi 4 jam 08.30 – 10.45 WIB, dengan peserta :

15. Merapi Lowo Rescue Indonesia,

16. Rescue Tabah,

17. Relawan Jogja Timur, dan

18. Paksikaton

 

3.2.c. Lomba Sesi 5 jam 10.45 – 13.00 WIB, dengan peserta :

19. Djiepatsong,

20. Jalin Komunikasi Mandiri,

21. Relawan Minomartani Community, dan

22. Parel Go

 

3.2.d. Ishoma jam 13.00 – 14.00 WIB

 

3.1.f. Lomba Sesi 6 jam 14.00 – 16.15 WIB, dengan peserta :

23. Karbolo Community,

24, Prambanan Community, dan

25. Widodo Social Community

 

Dengan adanya pengumuman ini, diharapkan seluruh peserta Lomba Pendirian Tenda Pengungsi antar Komunitas Relawan se-Kabupaten Sleman tahun 2016 dapat mempersiapkan diri sesuai dengan jadwal lomba.

Terimakasih.

Tertanda
Panita Pelaksan Lomba
BPBD Kabupaten Sleman

Aug 29

Banjir, Empat Orang Pemancing Terjebak

Tempel. Hujan dikawasan atas sungai progo dan sekitarnya kemarin sore (28/08/16) menyebabkan debit air di sungai Progo meningkat, yang mengakibatkan empat orang pemancing tercebak di daratan di tengah sungai. PUSDALOPS BPBD Sleman menerima laporan sekitar pukul 01.14 dinihari tadi dan diteruskan ke piket TRC namun sebelumnya berupaya mengontak korban tetapi terkendala masalah sinyal dan batrai mulai dop, komunikasi hanya bisa dilakukan dengan Blackberry Messenger. TRC BPBD Sleman yang mendapat laporan, dengan peralatan lengkap segera bergabung dengan tim yang terlebih dulu di TKP.  Anggota TRC BPBD Sleman yang dilapangan menuturkan keempat orang tersebut adalah Partono(32) warga Klebengan08/02 Catur Tunggal Depok, Endar Hari Mukti (30) warga Samirono Catur Tunggal Depok, Abinawa Riski Amadia Putra (20) Warga Samirono 12/04 Catur Tunggal Depok, Pardino (42) Karangasem Caturtunggal Depok. Indro dan Yulianto anggota TRC BPBD Sleman menuturkan kejadian bermula saat ke empat orang tersebut memancing pada ketinggian pukul 18.00 wib, Saat jarum jam menunjukkan pukul 23.00 wib banjir datang dari atas, sehingga ke empatnya tidak bisa menyelamatkan diri dan terjebak di daratan antara 3 tempuran sungai Krasak, Progo dan sungai Putih,sedangkan TKP sendiri masuk dusun Plataran, Banyurejo, Tempel.  Arus yang deras dan bebatuan yang besar membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk mengevakuasi keempatnya, dan baru di berhasil di evakuasi dengan selamat tadi pagi (29/08/16) jam 06.30 wib. (Tri)

IMG-20160829-WA0015IMG_20160829_103812

 

IMG_20160829_103841

 

 

Aug 23

Geladi Lapang dan Pengukuhan Forum Pengurangan Resiko Bencana Desa Trimulyo Sleman

Pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016 dilaksanakan geladi lapang dan pengukuhan forum pengurangan resiko bencana di Desa Trimulyo Sleman yang dihadiri asisten Sekretaris Daerah bidang pembangunan Dra. Suyamsih ,MPd. Dalam kegiatan ini hadir pula Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Camat Sleman dan Muspika Kecamatan Sleman.

Dalam geladi lapang penanggulangan bencana ditampilkan kesiapsiagaan masyarakat  dalam menghadapi ancaman bencana dimana Desa Trimulyo sebagai Desa penyangga bagi warga masyarakat Desa Girikerto yang berada di kawasan rawan erupsi Gunung Merapi. Pada kesempatan itu juga dikukuhkan forum pengurangan resiko bencana Desa Trimulyo sleman oleh Asisten Sekretaris Daerah bidang pembangunan.

Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan Drs. Suyamsih, MPd menyampaikan bahwa geladi lapang dilaksanakan untuk mempersiapkan dan meningkatkan kesiapsiagaan serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Paseduluran Desa ( sister Village ) atau kesepakatan antara kedua wilayah desa untuk upaya kegiatan penanggulangan bencana secara bersama – sama didasari oleh semangat solidaritas.FB_IMG_1471671359627[1]FB_IMG_1471671343128[1]

 

 

Aug 12

Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Sleman

Sesuai dengan program kerja BPBD Kabupaten Sleman di Tahun 2016 yakni Penguatan Kelembagaan Masyarakat dalam upaya Pengurangan resiko Bencana salah satu kegiatannya pembentukan Desa Tanggun Bencana ( Destana ). Adapun kegiatan ini dilaksanakan di 4 ( empat ) desa yaitu Donokerto,Turi ,Desa Trimulyo, Sleman, Desa Pendowoharjo, Sleman dan Desa Lumbungrejo, Tempel yang merupakan desa penyangga bagi desa yang rawan terhadap ancaman erupsi Gunung Merapi.

Pelaksanaan pada bulan Agustus dan September 2016 dibagi menjadi 4 ( empat ) tahap kegiatan yakni  tiap desa 6 kali pertemuan dan diakhiri dengan Geladi Lapang . Materi yang di sampaikan antara lain Analisis Resiko bencana, Pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana ( FPRB ) Desa, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB ), Rencana Aksi Komunitas (RAK ),PPGD, Rencana Kontigensi Desa dan Peringatan Dini Berbasis Masyarakat. Narasumber berasal dari BPBD Sleman, Puskesmas dan Fasiltator kegiatan dari  MDMC serta KYPA Yogyakarta.

P_20160811_093344_HDR[1]

Jun 17

Laka Air, Bocah 5 Tahun Meninggal Tenggelam

Gamping, Laka air di sungai Konteng membawa korban jiwa, korban atas nama Abi Indarman (5) anak dari Arif Gani(23) yang beralamat di Ngaran 03/19, Balecatur, Ganping ini awalnya hendak memancing di sungai Konteng bersama teman temanya. Menurut saksi di tkp mengatakan korban hendak melompat menyeberangi sungai, tetapi naas korban tidak mampu sampai di seberang sungai sehingga  korban tercebur ke dalam sungai dengan kedalaman 2 meter. Laporan kejadian ini diterima petugas BASARNAS KANSAR Yogyakarta pukul 13.30, setelah melakukan pencarian kurang lebih 2,5 jam akhirnya petugas BASARNAS di bantu warga dan relawan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal. Petugas TRC BPBD Sleman Anang mengatakan, kesulitan dalam pencarian ini dikarenakan adanya penyempitan sungai dan juga medan yang berbatu dan bercadas.

IMG-20160617-WA0040 IMG-20160617-WA0041

May 18

Wajib Latih Penanggulangan Bencana Tahun 2016

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana erupsi Gunung Merapi BPBD Kabupaten Sleman melakasanakan kegiatan Wajib Latih Penanggulangan Bencana di Desa Umbulharjo dan Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Pelatihan diadakan selama 6 hari, yakni 4 hari berupa Penyampaian Materi, sehari untuk Geladi Kotor, dan diakhiri dengan Geladi Lapang ( Simulasi penanggulangan bencana ). Adapun pelaksanaannya untuk Desa Umbulharjo dari tanggal 16 Mei – 19 Mei 2016 sedangkan Desa Kepuharjo dari tanggal 23 – 26 Mei 2016bertempat di  Gedung Pertemuan RM. Morolejar Wukirsari. Peserta Wajib Latih berjumlah 30 orang, berasal dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, karang taruna,pkk, linmas dan relawan/komunitas peduli bencana yang ada di desa .
Nara sumber berasal dari BPPTKG Yogya, BBWSO Yogya, PMI Sleman, BMKG Yogya, dan BPBDSleman. SMateri yang yang disampaikan antara lain Kebijakan PB di Kabupaten Sleman,Perkembangan Merapi Terkini,Peta Resiko, Ancaman dan Kerentanan,Tata Kerja & Tugas Unit Ops dan Unit Laks PB ,Informasi Prakiraan Cuaca dan upaya kesiapsiagaan warga,Review data demografi warga, Penanganan Kedaruratan dan Logistik,Ancaman banjir lahar hujan Merapi,Skenario geladi dan SOP, PPGD dan Manajemen Kesehatan Darurat Bencana.

 

 
.

May 12

Suara Gemuruh Itu Diikuti Robohnya Pohon Kelapa

Minggir. Angin kencang yang diikuti hujan Rabu (11/05/2016) merobohkan pohon kelapa berdiameter 40 cm dan menimpa rumah Subakir (60) di dusun Jonggrangan, Sendangarum, Minggir yang mengakibatkan rumahnya mengalami kerusakan. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, hanya Subakir yang berada di teras rumahnya.

“Saat saya di depan rumah angin sangat kencang pak, tiba tiba terdengar suara gemuruh dan suara braaak. Ternyata pohon kelapa ini menimpa wuwungan rumah saya, kebetulan rumah saya sedang kosong pak, kejadianya jam 14 .15 dan sangat cepat” katanya saat personel BPBD Sleman datang menyerahkan terpal untuk antisipasi bila hujan datang. Tak berselang lama komunitas relawan JKM bersama TRC BPBD Sleman berhasil mengevakuasi pohon kelapa tersebut.

Terpisah kepala pelaksana BPBD Sleman Drs.H.Julisetiono Dwi Wasito mengatakan dimusim pancaroba ini masih berpotensi hujan disertai angin, diharapkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan semua pihak menghadapi musim ini. (Tri)

IMG20160511150700

 

IMG20160511151558

 

May 06

Hujan Disertai Angin, Beberapa Pohon Menimpa Rumah

Mlati. Hujan disertai angin terjadi lagi diwilayah Kabupaten Sleman, kali ini melanda Kecamatan Mlati,  jum’at (6/05/2016) jam 14.30. Terpantau 5 dusun terdampak di wilayah Sumberadi,  Kecamatan Mlati antara lain dusun Kadilangu,  Cabaan,  Brengosan,  Cpkerten,  Danen.  Namun sejauh ini jumlah kerugian materi belum bisa di hitung karena masih ada perkembangan laporan baik dari TRC BPBD Sleman, SAR Kaliurang maupun dari relawan yang melakukan penanganan dilapangan. Sementara Ka. Des Sumberadi Hadi Sarnyoto ketika ditemui di Posko Darurat penanganan bencana mengatakan kemungkinan jumlah kerugian materi masih bertambah berhubung belum semua padukuhan melaporkan dampak hujan disertai angin tadi. Langkah yang diambil pihaknya langsung mengumpulkan dukuh di wilayah Desa Sumberadi untuk berkoordinasi dengan BPBD Sleman. Berdasarkan laporan yang masuk di PUSDALOPS BPBD Sleman, kejadian sore ini juga melanda Kecamatan Gamping dan Seyegan. Untuk antisipasi hujan sebagai penanganan darurat BPBD Sleman telah mendistribusikan terpal untuk korban yang rumahnya terdampak angin tadi siang, sedangkan untuk penanganan yang belum selesai dilanjudkan besok (Sabtu, 07/05/2016)(Tri)

IMG-20160506-WA0017

IMG20160506183103

Apr 20

Geladi Lapang Penanggulangan Bencana Tanah Longsor

Pada hari jum’at, 15 April 2016 Bupati Sleman menghadiri geladi lapang penanggulangan bencana tanah longsor di Diusun Cepit, Bokoharjo Prambanan. Dalam kegiatan ini hadir pula Kepala Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD DIY, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Drs. H. Julisetiono Dwi Wasito, SH. MM, Camat Prambanan dan Muspika Kecamatan Prambanan.

Dalam geladi lapang penanggulangan bencana tanah longsor tersebut ditampilkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor yang menimpa warga D usun Cepit, Bokoharjo,Prambanan. Pada kesempatan itu juga Bupati Sleman mengukuhkan forum pengurangan resiko bencana Desa Bokoharjo, Prambanan.

Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman dari segi geografis, geografis, geologis dan demografis menyimpan potensi ancaman bencana, baik dari faktor alam maupun faktor non alam salah satunya ancaman bencana tanah longsor di Desa Bokoharjo. Geladi lapang dilaksanakan untuk mempersiapkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

P_20160415_095121[1]P_20160415_095429[1]P_20160415_100542[1]

 

Apr 20

Workshop Pembentukan Sekolah Siaga Bencana di 4 Sekolah

Dalam upaya  membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanggulangan bencana, BPBD Sleman menyelenggarakan kegiatan workshop pembentukan sekolah siaga bencana di 4 sekolah di Kabupaten Sleman yang rawan terhadap ancaman bencana alam. Kegiatan ini telah dilaksanakan di SMP N 2 Berbah ( 4 – 9 April ), SMP N 1 Kalasan ( 13 – 19 April ) yang berpotensi terhadap ancaman bencana gempa bumi.

Pemateri atau narasumber berasal dari BPBD Sleman dan  LSM Yakkum Emergency Unit (  YEU ) dengan menyampaikan materi tentang kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman, pemetaan resiko disekolah, penyusunan RPB di sekolah, penyusunan tim siaga dan alur komando sekolah, peringatan dini di sekolah, penyusunan standar opersional prosedur ( SOP),penyusunan rencana kontijensi, pelatihan PPGD awam dan PHBS, penyusunan draft MOU Sister School serta penyusunan skenario dan penataran pelaku geladi lapang.

Peserta kegiatan ini berasal dari guru, karyawan, komite sekolah, perwakilan siswa ( OSIS ), perwakilan desa dan perwakilan kecamatan sejumlah 40 orang. Nursidi Winarta, SPd mengungkapkan kegiatan ini dapat meningkatkan institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah.

Kegiatan Workshop pembentukan sekolah siaga bencana secara bertahap akan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Ngemplak ( 22 – 28 April ) dan SMA N 2 Ngaglik ( 4 – 12 Mei ) yang di persiapkan menjadi sekolah penyangga bagi sekolah yang berada di kawasan rawan  bencana erupsi Gunung Merapi.

P_20160406_151618[1]

 

Older posts «