Mar 04

HUJAN DERAS AKIBATKAN TANAH LONGSOR , 5 ORANG TERLUKA

Hujan deras yang terjadi terus menerus di Kecamatan Prambanan mengakibatkan kejadian tanah longsor  dan pohon tumbang di Padukuhan Jali, Padukuhan Nawung Desa Gayamharjo Prambanan .Sedikitnya 5 orang mengalami luka – luka dengan rincian 2 orang patah kaki, 2 orang patah tangan dan 1 orang menngalami pendarahan di kepala. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat seperti RSUD Prambanan dan RS Panti Rini Kalasan.

Sebelum kejadian sudah ada perintah dari Kepala Desa Gayamharjo, Sugiyanto, SE, agar Desa Tangguh Bencana Gayamharjo memberitahukan kepada warga untuk siap siaga melakukan evakuasi warga yang tinggal di lereng tebing yang rawan longsor.  Berdasarkan informasi dari BMKG menyebutkan puncak musim hujan sangat lebat disertai angin kencang agar kesiapsiagaan dan kewaspadaan terus ditingkatkan.

Itulah gambaran Simulasi Gladi Lapang Tanah Longsor di Desa Gayamharjo Prambanan yang diikuti 250 warga masyarakat Gayamharjo, Prambanan, 26 Februari 2015 di lapangan Gayamharjo, Prambanan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih masyarakat siap siaga dan mengetahui apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana tanah longsor.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, yang menyaksikan simulasi gladi lapang yang diikuti warga  Desa Gayamharjo, Forum Pengurangan Resiko Bencana Prambanan ( FPRB ), PMI Sleman, TNI/POLRI,Puskesmas Prambanan dan TRC Sleman.

Dalam pengarahannya antara lain Wakil Bupati mengharapkan masyarakat desa Gayamharjo khususnya dan warga Prambanan umumnya agar tahu tanda – tanda alam  jika akan terjadi tanah longsor dan tidak panik saat bencana terjadi.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Drs. H. Julisetiono Dwi Wasito, SH, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk melatih  masyarakat dan aparat  agar memiliki bekal pengetahuan tentang bencana dan penanggulangannya. Harapannya, jika terjadi bencana masyarakat dan aparat dapat dengan mandiri untuk mengantisipasi dan menanganinya.

IMG_0154IMG_0129IMG_0132IMG_0111

 

Mar 04

Wajib Latih Tingkatkan Kapasitas Masyarakat

Dalam  upaya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat BPBD Kabupaten Sleman terus melaksanankan berbagai program kegiatan. Salah satunya melalui kegiatan wajib latih ( peningkatan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana ) yang berlangsung tanggal 23 – 24 Februari  2015 beberapa waktu lalu di Desa Gayamharjo, Prambanan. Kegiatan wajib latih  ini diikuti 30 orang peserta yang berasal dari perangkat desa, kepala dusun, PKK, Karang Taruna, dan Komunitas Peduli Bencana .

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi bencana, meningkatkan kesadaran akan resiko dan meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam melindungi diri sendiri, keluarga maupun anggota masyarakat lainnya apabila terjadi bencana.

Materi yang disampaikan  adalah Ancaman bencana tanah longsor dan peta ancaman / resiko bencana,Pembentukan Forum desa, Penyampaian tentang Rencana Kontijensi dan manajemen Pertolongan Pertama Gawat Darurat.. Untuk narasumber berasal dari  PMI Sleman dan BPBD Kabupaten Sleman.

Selesai kegiatan wajib latih ini, selanjutnya akan dilaksanakan  gladi lapang Tanah Longsor  yang telah dilaksanakan 26 Februari 2015 di lapangan Desa Gayamharjo Prambanan dan akan diikuti 250 warga masyarakat

 

GPSe-150223-100420GPSe-150224-110356

GPSe-150224-105840

Feb 27

Pelatihan Penanggulangan Kebakaran Relawan dan Linmas Kecamatan Depok

Rabu, 25 Pebruari 2015 UPT Pemadam Kebakaran BPBD Sleman kembali mengadakan pelatihan penanggulangan kebakaran. Kali ini bertempat di aula dan halaman Kecamatan Depok, diikuti 60 relawan dan linmas di wilayah Kecamatan Depok.

Kegiatan pelatihan diawali dengan materi ruang dan dilanjutkan materi pengenalan dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran tradisional atau penggunaan kain basah, penggunaan APAR( Alat Pemadam Api Ringan), dan dilanjutkan dengan praktek pemadaman di mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB

Menurut Ismu AW, selaku Kepala UPT Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Sleman, tujuan diadakan pelatihan ini sebagai bekal kesiapan masyarakat dalam antisipasi dan menanggulangi kebakaran. Dengan  tingkat kepadatan dan mobilitas  penduduk  yang tinggi wilayah Kecamatan Depok sangat berpotensi terjadi kebakaran. Apalagi selama 3 tahun terakhir wilayah Kecamatan Depok menempati rangking tertinggi kejadian kebakaran, sehingga sangat diperlukan peran serta  masyarakat dalam  antisipasi dan  penanganan kejadian kebakaran .

cats

Feb 16

Angin Ribut Terjang Wilayah Pakem, Pohon Sengon Timpa Mobil

Angin ribut kembali melanda wilayah Kabupaten Sleman,setelah dua hari berturut turut (sabtu minggu,14-15/02/15) lalu melanda wilayah Seyegan.  Sore tadi (16/02/15, 15.00 wib) angin ribut kembali  melanda wilayah Sleman.

Angin ribut kali ini melanda Kecamatan Pakem. Beberapa pohon tumbang ada yang melintang di jalan dan menimpa rumah. Sebuah pohon sengon berdiameter kurang lebih 30 cm juga  tumbang dan menimpa  mobil milik Samsuri (43) warga Pakemgede, Pakembinangun, Pakem. Kaca mobil depan tampak pecah berserakan.

Tim TRC BPBD Sleman dan relawan PMI Pakem langsung melakukan evakuasi pohon yang menimpa mobil dan rumah Samsuri. Sedangkan di dusun Wonosobo Sardonoharjo Ngaglik pohon randu berdiameter 40 cm menimpa rumah Pujo Triharso (60) yang mengakibatkan kerusakan di bagian tembok dan atap.

Tim TRC BPBD Sleman bersama SAR LINMAS DIY dan didukung komunitas juga telah berhasil melakukan evakuasi  pohon randu dengan 2 unit  chain saw. BPBD Sleman saat itu juga  menyerahkan terpal untuk menutup bagian atap rumah yang tertimpa pohon sebagai pelindung apabila hujan. Sampai berita ini diturunkan team SAR gabunghan masih melakukan penyisiran di wilayah Pakem.

 

 

.IMG-20150216-WA0002    IMG-20150216-WA0000

Feb 11

Longsor di Seyegan, BPBD Sleman Himbau Warga Waspada

Tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Kali  ini tanah longsor menimpa rumah Suwito Harjono (70). Bukit setinggi 30 meter menimpa bagian dapur rumah Suwito dan mengakibatkan bangunan dapur hancur serta perabotan dapur tertimbun.Saat kejadian, Selasa,11/2/15, sekitar pukul16.00 sore rumah dalam keadaan kosong.

Kejadian tanah longsor ini baru dilaporkan ke BPBD Sleman Rabu pagi. Begitu mendapat laporan dari masyarakat, BPBD Sleman langsung menurunkan TRC ke lokasi.

BPBD Sleman langsung berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengatasi dampak longsoran ini. Saat meninjau lokasi longsor, BPBD Sleman juga menyerahkan bantuan berupa peralatan untuk gotong royong yang langsung diserahkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Sleman didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Makwan,ST, MT.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman  Drs.H.Julisetiono Dwi Wasito SH,MM, menghimbau warga yang rumahnya terletak di dekat lereng bukit agar lebih waspada terhadap ancaman bencana longsor. Terlebih saat ini sedang puncak musim hujan.

 

 

 

IMG_20150211_102323IMG_20150211_104353

IMG-20150211-WA0019

 

Feb 11

Sosialisasi Pengembangan Kurikulum PRB

BPBD Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Pengembangan Kuirikulum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, 11 – 13 Februari 2015 di SD N Glagaharjo, Cangkringan . Kegiatan ini untuk meningkatan pengetahuan, pemahaman dan kapasitas guru tentang pengembangan kurikulum pengurangan resiko bencana di daerah rawan bencana.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru sekolah dasar  ( SD ) yang berasal dari SD N Glagaharjo,SD N Srunen, SD N Banaran, SD N Bronggang, SD Muhammadiyah Cepitsari, UPT Pendidikan Kec. Cangkringan,Pemerintah Kec. Cangkringan dan Pemerintah Desa Glagaharjo. Pemilihan peserta mempertimbangkan lokasi sekolah yang rawan terhadap bahaya Erupsi Gunuing Merapi.

Sosialisasi yang berlangsung 3 hari dari  Selasa s/d Kamis, 11 – 13 Februari 2014 tersebut menghadirkan narasumber berasal dari BPBD DIY, BPBD Sleman, PMI Sleman, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Sleman dan LSM LINGKAR Yogyakarta.

Materi yang disampaikan antara lain Media Sosialisasi tentang 7 ancaman bencana alam untuk siswa melalui CD, Sister School   ( Paseduluran Sekolah ), Pengintegrasian PRB dalam Kurikulum sekolah, Mitigasi bencana di sekolah, Pertolongan Pertama pada korban luka akibat bencana dan bahan ajar bencana alam sebagai alternatif muatan lokal di sekolah.

IMG_10022015_103703IMG_10022015_103732

 

 

Feb 10

Longsor di Prambanan, Lumpur Masuk Rumah Wakiran

 

Kejadian tanah longsor kembali terjadi di Pedukuhan Lemah Abang, Gayamharjo, Prambanan, Sleman.  kemarin (Senin,9/2/15) jam 16.00.  Tanah bercampur lumpur  masuk ke bagian dapur rumah Wakiran (48).

Sebelum kejadian hujan mengguyur Pedukuhan Lemah Abang kurang lebih selama 1 jam. Beberapa saat kemudian tanah setinggi 50 meter dengan lebar 100 meter telah longsor, sebagian tanah masuk ke sungai dan sebagian masuk ke rumah Wakiran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Sleman langsung menerjunkan Team Reaksi Cepat (TRC) (Selasa 10/2/1) untuk mengatasi sisa longsoran agar tidak mengancam rumah warga dan juga jiwa.  Gundukan tanah yang masih tertinggal di lereng masih menjadi ancaman. Untuk sementara  Wakiran beserta keluarganya mengungsi di rumah saudaranya yang lebih aman.

“Saat ini Bapak Wakiran dan keluarga sudah kami sarankan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman”, ujar  Makwan,ST, MT, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik  di lokasi kejadian.

Selain menurunkan TRC untuk mengatasi sisa longsoran, BPBD Kabupaten Sleman juga menyerahkan logistik dan peralatan untuk gotong royong membersihkan sisa longsoran yang masuk ke rumah Wakiran.

IMG_20150210_111052 IMG_20150210_111443IMG_20150210_111921

 

Feb 09

Perahu Rafting Terbalik, 1 Hilang

IMG-20150209-WA0004IMG-20150209-WA0001

Musibah terjadi Minggu siang (8/01/2015) sekitar pukul  11.00, ketika  satu team rafting di Sungai Progo perahu karetnya terbalik di Bligo Ancol.  Satu anggota team  masih belum ditemukan atas nama Mulyono (45), sementara anggata yang lain berhasil menepi. Korban merupakan karyawan RS Muwardi Solo yang sedang melaksanakan kegiatan bersama rekan rekannya.

Heri Susanto, Koordinator TRC BPBD Kabupaten Sleman, ketika dihubungi menyebutkan saat ini ada 23 perahu karet yang diterjunkan di lokasi untuk melakukan penyisiran di alur Sungai Progo. “Setiap interval 15 menit  diluncurkan 3 perahu karet dengan 5 personel untuk melakukan penyisiran di sepanjang sungai,” ujarnya.

Sampai saat ini masih dilakukan pencarian korban di sepanjang Sungai Progo yang merupakan perbatasan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo oleh team SAR gabungan yang dikoordinir oleh BASARNAS, Kantor Yogyakarta.  Team SAR telah menemukan pelampung yang dikenakan korban dan dayung.

Jan 15

Capaian SPM Penanggulangan Bencana Kebakaran Tahun 2014

Sesuai dengan Permendagri nomor 69 tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 62 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), UPT Pemadam Kebakaran  BPBD Kabupaten Sleman mengemban jenis pelayanan dasar Penanggulangan Bencana Kebakaran. Disebutkan bahwa  jenis pelayanan dasar Penanggulangan Bencana Kebakaran  Bidang Pemerintahan Dalam Negeri di Kabupaten/Kota tersebut diukur dengan 4 indikator kinerja yang semuanya dengan batas waktu pencapaian tahun 2015.

4 indikator tersebut adalah 1). Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran dengan nilai nasional 80%. 2).  Tingkat Waktu Tanggap (Response Time Rate) nilai nasional adalah 75 %. 3). Persentase aparatur pemadam kebakaran  yang memenuhi standar kualifikasi dengan nilai nasional 85 %. 4). jumlah mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK ( Wilayah Manajemen Kebakaran) dengan nilai nasional 90%.

Capaian SPM dan Rencana ke Depan

Saat ini capaian SPM tahun 2014, untuk keempat indikator tersebut adalah sebagai berikut: pertama, cakupan pelayanan bencana kebakaran di Kabupaten Sleman adalah 18,04 persen. Hal ini berdasarkan pada luas wilayah potensi kebakaran  Kabupaten Sleman 554,35 Km² dan Wilayah Manajemen Kebakaran 5,6 Km². Untuk rencana ke depan agar capaiannya meningkat atau setidaknya mendekati nilai nasional, UPT Pemadam Kebakaran, BPBD Kabupaten Sleman akan mengembangkan 2 Wilayah Manajemen Kebakaran di Kecamatan Depok dan di Kecamatan Godean. Langkah yang dilakukan adalah membuat perencanaan DED untuk Kantor Posko Pemadam Kebakaran di Kecamatan Depok dan Kecamatan Godean di tahun 2015. Sedangkan untuk pembangunan fisiknya akan direncanakan di tahun 2016.

Kedua, capaian Indikator Tingkat Waktu Tanggap (Response Time Rate) dari 90 kejadian selama tahun 2014, yang berada di Wilayah Manajemen Kebakaran  (WMK Beran) sejumlah 24 kejadian. Dari 24 kejadian tersebut ResponTime mencapai 100 persen.     Capaian indikator kedua ini telah melebih nilai nasional, namun berdasarkan analisis data hanya 24 ( 26,7%) kejadian kebakaran berada di dalam WMK, sedangkan sisanya 66 (73,3%) kejadian berada di luar WMK. Ukuran dan luasan WMK ini mengikuti aturan dalam Permendagri 69 tahun 2012. Artinya, sebagian besar kejadian kebakaran masih berada di luar WMK atau masuk dalam wilayah yang belum terlindungi (unprotected area). Dengan demikian pengembangan WMK menjadi kebutuhan yang perlu segera direalisir.

Ketiga, yakni persentase aparatur pemadam kebakaran yang memenuhi kualifikasi berdasar sertifikasi standar yang dilegalisasi Kementerian Dalam Negeri, capainnya  37,5 persen atau baru ada 12 aparat dari 32 aparat Pemadam kebakaran di Sleman yang memenuhi kualifikasi sertifikasi standar. Secara bertahap akan diupayakan untuk meningkatkan jumlah personil pemadam kebakaran sleman  yang memenuhi standar sertifikasi dengan mengusulkan ke Badan Kepegawaian Daerah untuk mengirim personil mengikuti pendidikan dan latihan yang memenuhi standar. Disamping itu, tak kalah pentingnya adalah menjaga agar personil yang sudah memiliki kualifikasi sertifikasi tidak dimutasi atau dipindah.

Untuk indikator keempat, yakni jumlah mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK, saat ini baru ada 3 unit mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK. Sedangkan untuk WMK secara ideal di Sleman dibutuhkan 6 WMK. Dengan kekuatan 3 unit mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter yang dimiliki tersebut maka capaianya 50 persen. Ke depan seiring dengan rencana pengembangan 2 WMK, jumlah mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter ini masih perlu ditambah agar capainnya bisa mendekati nilai nasional.

Dec 15

Kunjungan TK Indriyasana di Kantor UPT Pemadam Kebakaran Sleman

“Benda padat apa yang mudah terbakar anak-anak?” ” Kertas, baju,sampah, manusia.”

 Begitulah dialog antara Sugiarto, staf bagian penyuluhan UPT Pemadam Kebakaran Sleman dengan siswa-siswi TK Indriyasana, Jetis, Yogyakarta pada hari ini. Siswa pun sangat antusias menjawab semua pertanyaan yang diajukan Sugiarto  yang bertindak sebagai pemandu kegiatan dan sejumlah anggota regu piket UPT Pemadam Kebakaran Sleman.

Kunjungan TK Indriyasana, Jetis, Yogyakarta  ini diikuti 35 siswa siswi beserta 5 guru pendamping. Tiba di Kantor UPT Pemadam Kebakaran pukul 08.00 WIB. Selama mengikuti kegiatan anak-anak mendapat pengetahuan tentang bahaya kebakaran dengan cara yang sederhana  melalui perrmainan dan diselingi  dengan nyanyian.

Menurut Sugiarto kegiatan ini sebagai motivasi bagi siswa-siswi agar lebih giat belajar, disamping sebagai sarana penyuluhan tentang penanggulangan bahaya kebakaran bagi  guru dan orang tua siswa

cats

Older posts «