Aug 12

Rumah 2 Lantai Terbakar di Mlati

Kebakaran kembali terjadi, kali ini menimpa rumah 2 lantai milik Nurul Sodiq Purnomo, di Popongan RT14 RW30, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu(12/8/2015). Rumah yang dibangun dua lantai tersebut terbakar sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran  yang menerima laporan kejadian melalui radio komunikasi pukul 11.14 WIB segera meluncur dan tiba  di lokasi kejadian 16 menit kemudian. Petugas  menjumpai api sudah membakar bagian atas rumah dua lantai tersebut.

Menurut penuturan seorang saksi mata, api pertama kali terlihat dari lantai 2 rumah  dan diperkirakan berasal dari  instalasi listrik  yang tidak memenuhi standar. 2 unit mobil pemadam kebakaran  Sleman diterjunkan untuk memadamkan api. Api baru dapat dijinakkan petugas dibantu warga  pada pukul 11.50 WIB.

Berkaitan dengan kejadian ini, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Sleman, Drs Ismu Ahmad Widodo mengatakan kejadian ini adalah kejadian ke-6 di pekan kedua bulan Agustus ini. Ia berpesan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap bahaya kebakaran. Apalagi di musim kemarau seperti ini yang menunjukkan peningkatan kejadian kebakaran. Total telah terjadi 63 kejadian kebakaran sampai hari ini di tahun 2015.

Ismu juga masih melihat banyak masyarakat yang kurang hati-hati dan tidak mengontrol secara rutin instalasi listrik rumah. Instalasi listrik yang benar termasuk cara penyambungan maupun penggunaannya akan meminimalkan terjadinya kebakaran. Dari hasil identifikasi juga menunjukkan kejadian kebakaran banyak disebabkan oleh konsleting listrik.cats

Aug 11

Aksi Vandalisme Kotori Barak Koripan

SINDUMARTANI, Rasa handarbeni fasilitas umum seperti barak pengungsian di wilayah Sleman belum sepenuhnya dimiliki sebagian masyarakat, ini terbukti terjadi di bangunan barak Sindumartani Ngemplak, Sleman.

Barak yang dibangun pasca erupsi  Merapi pada tahun 2012 bersumber dana dari BNPB yang terletak di dusun Koripan Sindumartani Ngemplak ini dikotori dengan aksi mencoret dengan menggunakan cat semprot oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Aksi  vandalisme  dilakukan pada bagian dinding gudang logistik dan kamar mandi.

Samsudin sebagai petugas penjaga barak melaporkan kejadian tersebut pada minggu yang lalu bahwa aksi tersebut dilakukan di malam hari, keesokan harinya ketika dia mau mengecek dan membersihkan barak mengetahui adanya coretan  di dinding barak, kemudian dilaporkan ke petugas BPBD Sleman yang segera menindak lanjuti dengan mngecat ulang pada bagian yang di corat coret (Senin,10/08/15) dengan harapan bahwa fasilitas umum seperti barak pengungsian ini tidak lagi di corat coret.

IMG_1424IMG_1428

IMG_1430

Aug 11

BPBD Sleman Salurkan Bantuan Logistik Untuk Korban Kebakaran

Menindak lanjuti laporan kejadian kebakaran yang menimpa Ny. Tamsuri (80) dari  UPT Pemadam Kebakaran , BPBD Sleman memberikan bantuan logistik kepada korban kejadian kebakaran yang terjadi pada Minggu, 9 Agustus di dusun Kemloko, Caturharjo, Sleman.Kejadian yang menghanguskan  rumah milik Ny. Tamsuri (80 tahun) terjadi pada  hari Minggu jam 4.30 Wib, mengakibatkan 80% rumahnya  hangus terbakar berikut isinya,tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Salah seorang kerabat korban mengatakan saat kejadian korban sedang memasak tetapi lupa mematikan api saat ditinggal sholat subuh yang akhirnya merembet ke kayu yang bersebelahan dengan tungku. Warga yang mengetahui segera memberikan bantuan mematikan api dengan peralatan seadanya. Beberapa menit kemudian petugas Pemadam Kebakaran  datang dan dengan sigap mengendalikan dan memadamkan api. Bantuan tersebut langsung diberikan kepada  Ny.Tamsuri di bekas rumah korban, Kemloko RT 05/ RW 05 Caturharjo (senin,10/08/15), Sleman,bantuan tersebut berupa makanan instan dan peralatan dapur sebagai antisipasi kebutuhan darurat paska bencana.

IMG_1439IMG_1437IMG_1443

Aug 06

PELATIHAN SIG KEBENCANAAN

Untuk meningkatan pengetahuan dan pemahaman penggunaan aplikasi Sistem Informasi Geografis ( SIG ) Kebencanaan Operator Rupusdalops dan Anggota TRC BPBD Sleman,  BPBD Sleman melakukan pelatihan SIG  Kebencanaan selama 2 hari dari tanggal 6 – 7 Agustus 2015, bertempat di Posko Utama Pakem Sleman.

Adapun peserta pelatihan berasal dari Operator Rupusdalops dan Anggota TRC BPBD Sleman. Untuk pemateri dari ahli SIG Sapta Nugraha SSi, MSc dan BPBD Sleman.

Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan Sistem Informasin Geografis, Teknis Penggunaan Arcgis,  Petunjuk penggunaan WEB FTP dan Teknis Penggunaan SIG Kebencanaan. ( memasukkan, menyimpan, memperbaiki, mengelola, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis Geografis ).

P_20150806_105003[1] P_20150806_105150[1] P_20150806_110346_HDR[1]

Jul 27

Capaian SPM Penanggulangan Kebakaran Tahun 2015 Semester I

Sesuai dengan Permendagri nomor 69 tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 62 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), UPT Pemadam Kebakaran  BPBD Kabupaten Sleman mengemban jenis pelayanan dasar Penanggulangan Bencana Kebakaran. Jenis pelayanan dasar Penanggulangan Bencana Kebakaran  Bidang Pemerintahan Dalam Negeri di Kabupaten/Kota tersebut diukur dengan 4 indikator kinerja yang semuanya dengan batas waktu pencapaian tahun 2015.

Empat indikator tersebut adalah 1). Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran dengan nilai nasional 80%. 2).  Tingkat Waktu Tanggap (Response Time Rate) nilai nasional adalah 75 %. 3). Persentase aparatur pemadam kebakaran  yang memenuhi standar kualifikasi dengan nilai nasional 85 %. 4). jumlah mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK ( Wilayah Manajemen Kebakaran) dengan nilai nasional 90%.

Saat ini capaian SPM tahun 2015 semester I, untuk keempat indikator tersebut adalah sebagai berikut: pertama, cakupan pelayanan bencana kebakaran di Kabupaten Sleman adalah 18,04 persen. Hal ini berdasarkan pada luas wilayah potensi kebakaran  Kabupaten Sleman 554,35 Km² dan Wilayah Manajemen Kebakaran 5,6 Km². Untuk rencana ke depan agar capaiannya meningkat atau setidaknya mendekati nilai nasional, UPT Pemadam Kebakaran, BPBD Kabupaten Sleman akan mengembangkan 2 Wilayah Manajemen Kebakaran di Kecamatan Depok dan di Kecamatan Godean.

Kedua, capaian Indikator Tingkat Waktu Tanggap (Response Time Rate) dari 41 kejadian sampai bulan Juni 2015, yang berada di Wilayah Manajemen Kebakaran  (WMK Beran) sejumlah 7 kejadian. Dari 7 kejadian tersebut ResponTime mencapai 85,7persen.     Capaian indikator kedua ini telah melebih nilai nasional, namun berdasarkan analisis data hanya 7 ( 17%) kejadian kebakaran berada di dalam WMK, sedangkan sisanya 34 (83,3%) kejadian berada di luar WMK. Ukuran dan luasan WMK ini mengikuti aturan dalam Permendagri 69 tahun 2012. Artinya, sebagian besar kejadian kebakaran masih berada di luar WMK atau masuk dalam wilayah yang belum terlindungi (unprotected area). Dengan demikian pengembangan WMK menjadi kebutuhan yang perlu segera direalisir.

Ketiga, yakni persentase aparatur pemadam kebakaran yang memenuhi kualifikasi berdasar sertifikasi standar yang dilegalisasi Kementerian Dalam Negeri, capainnya  53,13 persen atau baru ada 17 aparat dari 32 aparat Pemadam Kebakaran di Sleman yang memenuhi kualifikasi sertifikasi standar dari target nasional 85% pada tahun 2015. Secara bertahap akan diupayakan untuk meningkatkan jumlah personil Pemadam Kebakaran Sleman  yang memenuhi standar sertifikasi dengan mengusulkan ke Badan Kepegawaian Daerah untuk mengirim personil mengikuti pendidikan dan latihan yang memenuhi standard dan rencananya pada bulan Agustus ini 4 personil Pemadam Kebakaran dikirim ke Pusdiklat  Penanggulangan  Kebakaran dan Penyelamatan Ciracas, Jakarta Timur untuk menjalani Diklat  Dasar Pemadam Kebakaran dan Diklat Inspektur Kebakaran Tingkat I. Disamping itu, tak kalah pentingnya adalah menjaga agar personil yang sudah memiliki kualifikasi sertifikasi tidak dimutasi atau dipindah.

Untuk indikator keempat, yakni jumlah mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK, saat ini baru ada 3 unit mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter pada WMK. Sedangkan untuk WMK secara ideal di Sleman dibutuhkan 6 WMK. Dengan kekuatan 3 unit mobil pemadam kebakaran di atas 3000-5000 liter yang dimiliki tersebut maka capaianya 50 persen. Jumlah mobil pemadam kebakaran ini masih perlu ditambah agar capainnya bisa mendekati nilai nasional.

Jul 14

Dilanda Angin Kencang Pohon Jati Menimpa Rumah

Akibat angin kencang yang terjadi pada hari Senin(13/07/2015)  sebatang pohon jati dengan diameter 40 cm patah, yang mengakibatkan rumah milik bapak Marwadi (50Th) dan kandang ayam milik bapak Wignyo tertimpa sebagian rumahnya. tidak ada korban dalam kejadian ini ,namun menghancurkan kurang lebih 100 buah genteng. Kejadian terjadi jam 11 siang,namun baru dilaporkan ke piket TRC BPBD Sleman jam 21.00, yang langsung turun ke tempat kejadian dibantu warga dan komunitas penanggulangan bencana
Angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari ini diakibatkan dampak badai siklon Nangka Filipina, dan masih akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.Untuk itu Ka.Bidang Kedaruratan dan Logistik Makwan,ST.,MT menghimbau warga agar pintar dalam menyikapi kondisi ini dengan keluar rumah menggunakan masker, kacamata dan menghindari baliho dan pohon besar menghindari apabila pohon rapuh.

IMG_20150713_220518IMG_20150713_221354

 

 

Jul 09

DISTRIBUSI LOGISTIK UNTUK GOTONG ROYONG ANTISIPASI KEKERINGAN DI GAYAMHARJO PRAMBANAN

Rabu, 8 Juli 2015 bertempat di dusun Gayam Desa Gayam Harjo, Prambanan, BPBD Sleman memberikan bantuan logistik untuk membantu dan mendukung warga dalam rangka kerja bakti pembuatan bak penampungan air. Bak penampungan air tersebut dibangun untuk mengantisipasi kekeringan yang merupakan kejadian bencana tahunan di wilayah tersebut.
Bantuan diserahterimakan oleh BPBD Sleman melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik kepada aparat desa setempat. Bantuan tersebut berupa logistik pangan paket BPBD Sleman dan paket lauk pauk yang berasal dari BNPB. Dalam pembicaraan singkat, Ka. Seksi Penanganan Pengungsi dan Logiatik Bencana Dwi Harjanto menyampaikan salut kepada warga Gayam yang meskipun dalam bulan Ramadhan tetap melakukan kegiatan kerja bakti dan peran serta aktif warga dalam melakukan kegiatan serta semangat untuk antisipasi bencana kekeringan yang hampir setiap tahun melanda wilayah tersebut.
Bak penampungan berjumlah 4 buah dibangun di empat lokasi yaitu di dusun Gayam dan Lemah Bang masing masing 1 buah serta di dusun Bendo 2 buah, kesemuanya masuk di pedukuhan Gayam.Bak penampungan tersebut diharapkan mampu mensuplai kebutuhan air untuk warga selain itu juga dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan ternak mereka.
Diharapkan bak penampungan tersebut sudah dapat difungsikan dengan sebagai sarana tadah hujan di musim penghujan mendatang atau sebagai bak tandon jika ada suplai dari mobil tangki air. Dan di musim kemarau mendatang warga setempat sudah dapat terpenuhi kebutuhan air untuk sehari hari, karena selama ini warga mengandalkan suplai tangki air untuk mencukupi kebutuhan mereka.
Berbagai tindakan telah dilakukan BPBD Sleman dan SKPD terkait, dan sampai saat ini masih terus mengupayakan wilayah sebagian besar Prambanan yang terdampak bencana kekeringan terus berkurang cakupan areanya meskipun cukup sulit karena kondisi geografi wilayah tersebut berpotensi timbulnya kekeringan setiap tahun, Meski sudah ada sumber air  yang di salurkan melalui pompa namun masih ada kendala dilapangan,seperti diutarakan warga setempat panel sempat rusak.

IMG_20150708_113255 IMG_20150708_112901 IMG_20150708_114604

 

 

Jul 09

SIAGA BENCANA, PT.TWC BOROBUDUR,PRAMBANAN DAN RATU BOKO BANTU PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

Senin, 6 Juli 2015, bertempat di Posko Utama BPBD Sleman, telah dilakukan serah terima bantuan peralatan kebencanaan dari PT. TWC Borobudur, Prambanan, Ratu Boko melalui  BPBD Sleman Kepada Komunitas Relawan, Yang sebelumnya pada hari Minggu, 5 Juli 2015 di rumah makan Boyong Resto ,Direktur Kerjasama dan Pemasaran PT.TWC bapak Sahala Parlindungan Siahaan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana di saksikan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo,MSi didampingi Kepala Perlaksana BPBD Sleman Drs.H.Julisetiono MM. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada acara  Pra Musyawarah Forum Komunikasi Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Sleman dan buka bersama BPBD dengan Komunitas Relawan Sleman, Pada acar Pra Musyawarah tersebut juga terpilih Presidium Forum Komunikasi Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Sleman,antara lain ; Ketua I dijabat oleh Daniel dari Lowo Rescue,Ketua II dijabat oleh Suranto dari Cakra,Sekertaris I dijabat oleh Nanang dari FPB (Forum Peduli Bumi),Sekertaris II dijabat oleh Febrianto dari Rescue 920.
Peralatan kebencanaan yang diserahkan PT.TWC  tersebut antara lain : Chain saw, police lamp, sepatu boot, angkong / gerobak pasir, linggis, cangkul, dandang, sekop, gergaji tangan, bendo / golok, drag bar / tandu, tali tambang, pelampung, pompa udara dan selang, tangga lipat.
Adapun Komunitas Relawan yang menerima bantuan tersebut adalah: Banser Rescue, Forum PRB Bandung Bondowoso, AMC (Argo Merapi Comunnity) ,, Peduli Merapi, SAR LINMAS Korwil Sleman, FKPM PAKSI KATON, Turgo Asri,JKM dan Komunitas PALAPA.
Bantuan tersebut  diserahkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Makwan STP.,MT Kepada masing masing ketua  komunitas Yang bersangkutan .
Dalam arahan singkat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik mengharapkan bantuan tersebut digunakan  untuk  penanggulangan kebencanaan sebagai  wujud peran  aktif komunitas relawan serta membantu penanganan kejadian bencana  di wilâyah Kabupaten Sleman yang sangat kompleks dan variatif.

IMG-20150705-WA0005IMG-20150705-WA0012

 

Image

Pelatihan Tim Reaksi Cepat 2015

Jun 11

Banjir Sungai Gendol Opak,250 Warga Mengungsi

Akibat curah hujan yang tinggi di sungai yang berhulu di lereng Merapi,Pemerintah Kabupaten Sleman menetapkan satus siaga 1. Sehingga warga yang bermukim di alur sungai yang berhulu di Merapi harus segera mengungsi,namun belum sampai semua warga mengungsi di dusun Pundong ada beberapa warga yang terjebak dan menderita luka,baik ringan ataupun sedang. Semua warga diarahkan ke barak pengungsian desa Tirtomartani,tim penanganan bencana desa Tirtomartani di bantu TRC BPBD Kabupaten Sleman segera melakukan pertolongan dan evakuasi korban.

Peristiwa ini hanya simulasi bagian dari kegiatan Pelatihan Pengelola Barak Pengungsian Desa Tirtomartani yang dilaksanakan selama 2 hari di Barak Pengungsian Desa Tirtomartani yang diikuti oleh Aparat desa,Relawan,PKK dan Linmas. Pelatihan diaksanakan 2 hari (9-10/6/2015),di buka oleh Kepala Pelaksana BPBD Sleman Drs.H.Juli Setiono. Dalam kesempatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD menyebut bahwa pelatihan ini bertujuan memberi pengetahuan kepada pengelola Barak Pengungsian agar bila terjadi pengungsian yang diakibatkan Erupsi Merapi ataupun banjir lahar hujan bisa menangani secara profesional. Pemateri kegiatan ini diantaranya dari BPBD Sleman tentang kebijakan Pemda Sleman dalam penanggulangan bencana,Dinas Kesehatan Kab.Sleman,Polres Sleman dan PMI Sleman.

IMG_20150609_090921

IMG_20150610_103849IMG_20150604_110452IMG_20150610_105147

 

Older posts «