Apr 10

Info Kejadian Bencana Bulan Februari 2014

Pada bulan Februari 2014 kejadian bencana yang menonjol terjadi di Kabupaten Sleman adalah hujan abu sebagai dampak letusan Gunung Kelud. Gunung Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur meletus pertama kali pada pukul 22.50 WIB tanggal 13 Februari 2014, kemudian disusul erupsi besar (eksplosif) pukul 23.30 WIB atau hanya berselang 1 jam 40 menit sejak ditetapkan status AWAS pada pukul 21.15 WIB.

Info Bencana Februari 2014 2Info kejadian bencana selengkapnya dapat di download di sini.

Apr 08

Di Tinggal Pergi Penghuni Rumah Terbakar

Lagi-lagi kebakaran kembali terjadi di wilayah Sleman. Kali ini menimpa rumah milik Budi Utomo (73 Tahun), warga Berbah RT03 RW01, Kalitirto, Berbah, Sleman, Selasa, 8 April sore tadi.

Petugas Pemadam Kebakaran  yang menerima laporan kejadian melalui telepon Pukul 16.10 segera meluncur dan tiba  di lokasi kejadian 20 menit kemudian. Petugas kebakaran  menjumpai api sudah membakar sebagian rumah berukuran kurang lebih 150 meter persegi.

Dengan sigap Petugas Pemadam Kebakaran segera berjibaku menjinakakan kobaran api. Tak lama kemudian api berhasil dipadamkan.

Belum diketahui apa penyebab terjadinya kebakaran ini, karena saat kejadian rumah dalam keadaan kosong dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.10176035_445452902267362_2622754331695818761_n

Mar 27

DAMPAK ERUPSI FREATIK GUNUNG MERAPI

Telah terjadi hujan abu, pasir dan kerikil dengan intensitas ringan jam 17.05 wib di kawasan rawan bencana 3 di sekitaran Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Kepuharjo, Glagaharjo, Argomulyo, sebagaian Wukirsari, Cangkringan dan Balerante.

Untuk informasi lebih lanjut dapat di lihat pada peta KRB 3 merapi.

 

Info : PGM

Mar 27

ERUPSI FREATIK MERAPI

Meskipun Gunung Merapi erupsi freatik, BPPTKG belum menaikkan status merapi karena masih menunggu hasil pemantauan lebih lanjut. Sampai saat ini status merapi masih dalam tahapan aktif normal.

Berdasarkan informasi dari glagah 1 (kades glagah) terdapat korban akibat terjatuh dari sepeda motor pada saat mau mengungsi, korban saat ini dirawat di RS.BHAYANGKARA atas nama Ny,Kartowiyono (46 th) warga rt 01 rw 17 kalitengah kidul, Ada pun lokasi rumah korban ada dkoordinat sebagai berikut :

  • GEO 110.45682 BT -7.59067 LS
  • UTM  440083 mT  9160917 mU

Untuk melihat peta lokasi kalitengah lor dan kalitengah kidul silahkan klik disini

Mar 27

Merapi Kembali Normal, Masyarakat Dihimbau Tidak Panik

Warga di sekitar lereng Gunung Merapi, Sleman DI Yogyakarta, Kamis 27/3, sekitar Pukul 13.12 – 13.19 WIB, mendengar suara gemuruh dari puncak Gunung Merapi. Suara gemuruh saat ini sudah berhenti. Untuk visual Merapi saat ini terlihat berkabut.

Sebelumnya dilaporkan warga sudah bersiap di jalan untuk evakuasi.

Saat ini merapi kembali tenang. Status untuk Merapi tetap normal.  Warga dihimbau tidak panik, namun tetap waspada.

Mar 27

Suara Gemuruh Merapi, Warga Siap di Jalan

Warga di sekitar lereng Gunung Merapi, Sleman DI Yogyakarta, Kamis 27/3, sekitar Pukul 13.12 – 13.19 WIB, mendengar suara gemuruh dari puncak Gunung Merapi. Suara gemuruh saat ini sudah berhenti. Untuk visual Merapi saat ini terlihat berkabut.

Dari informasi awal, diperkirakan telah terjadi hembusan erupsi freatik dengan pemicu gempa vulkanik. Warga sudah bersiap di jalan untuk evakuasi sambil menunggu perkembangan situasi.

Mar 24

PETA GEOSERVIS KEBENCANAAN

sleman

Mar 24

BPBD Sleman Bangun Data Spasial Wilayah Rawan Bencana Erupsi

BPBD Kabupaten Sleman telah membangun Sistem Informasi Geografis Kebencanaan dalam bentuk Geoservis Peta Kebencanaan.

Saat ini dalam Geoservis Peta Kebencanaan tersebut  telah ada 16 peta tematik yang diharapkan dapat memberikan informasi data spasial dan tabular.  Ke depan Sistem Informasi Geografis Kebencanaan dalam bentuk Geoservis Peta Kebencanaan ini akan terus dikembangkan agar penanggulangan bencana yang sekarang ini berparadigma Pengurangan Resiko Bencana dapat berjalan lebih optimal.

Karena  selain bermanfaat dalam mendukung pengambilan keputusan,  Sistem Informasi Geografis Kebencanaan ini diharapkan juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk mengetahui lebih dalam Sistem Informasi Geografis Kebencanaan, silahkan berkunjung disini

 

 

 

Mar 10

Merapi Semburkan Abu Vulkanik, Warga Dihimbau Tidak Panik

Pagi ini (Senin,10/03/2014) pukul 06.54 WIB terjadi hembusan asap sulfatara di Gunung Merapi. BPPTKG Yogyakarta mencatat terjadi dua kali hembusan, hembusan pertama terjadi pukul 06.54 WIB, sedangkan hembusan kedua terjadi pukul 07.08 WIB. Bersamaan hembusan yang kedua terjadi gempa vulkanik dalam yang menimbulkan asap hitam setinggi 1.500 meter dan condong ke arah barat. Saksi mata mengatakan, mulai pukul 07.00 WIB terlihat Merapi mengeluarkan asap, sehingga hujan abu tipis terjadi diantaranya di Dusun Ngrangkah dan Kaliadem (Desa Kepuharjo). Selain di Sleman, hujan abu tipis juga terjadi di Kecamatan Kemalang (Kabupaten Klaten) dan Kecamatan Selo (Kabupaten Boyolali).

Menurut Subandriyo, Kepala BPPTKG Yogyakarta, hembusan asap Merapi diduga disebabkan gempa tektonik yang terjadi sekitar 115 km tenggara Kabupaten Malang (Jawa Timur) berkekuatan 5,4 SR dengan kedalaman 10 km pada hari Minggu (09/03/2014) pukul 20.42 WIB. Gempa tersebut mengguncang Merapi sehingga mendorong pelepasan gas. Oleh karena itu, penyebab pelepasan gas ini berbeda dengan letusan freatik, karena tidak terjadi hujan di puncak Merapi (sumber: http://www.solopos.com/2014/03/11/aktivitas-gunung-merapi-bpptkg-jogja-nilai-fenomena-merapi-aneh-495158).

Subandrio juga menambahkan: “Letusan besar Gunung Merapi pada 2010 lalu karena dikontrol oleh kandungan gas yang tinggi. Akibat kandungan gas itu, maka fenomena pelepasan gas seperti itu kerap terjadi hingga saat ini” (sumber: http://rri.co.id/index.php/berita/93111/Hujan-Abu-Vulkanik-Dari-Merapi-BPPTK-). Oleh karena itu, masyarakat dihimbau tidak panik dan bila perlu menggunakan masker. Kesiapsiagaan juga harus terus dijaga untuk mengantisipasi fenomena aktivitas Gunung Merapi.

Status aktivitas Gunung Merapi sampai saat ini tergolong Normal berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 28 Februari – 6 Maret 2014 yang dikeluarkan BPPTKG Yogyakarta. BPPTKG Yogyakarta juga menyatakan:

  1. Kegiatan pendakian Gunung Merapi disarankan hanya sampai Pasarbubar (± 2.500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.
  2. Mengingat curah hujan cukup tinggi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.

Mar 07

Rencana Umum Pengadaan 2014

Rencana Umum Pengadaan (RUP) BPBD Tahun 2014 dapat dilihat pada: http://sirup.lkpp.go.id/sirup/rup/penyedia/satker/74511

Older posts «