May 18

Wajib Latih Penanggulangan Bencana Tahun 2016

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana erupsi Gunung Merapi BPBD Kabupaten Sleman melakasanakan kegiatan Wajib Latih Penanggulangan Bencana di Desa Umbulharjo dan Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Pelatihan diadakan selama 6 hari, yakni 4 hari berupa Penyampaian Materi, sehari untuk Geladi Kotor, dan diakhiri dengan Geladi Lapang ( Simulasi penanggulangan bencana ). Adapun pelaksanaannya untuk Desa Umbulharjo dari tanggal 16 Mei – 19 Mei 2016 sedangkan Desa Kepuharjo dari tanggal 23 – 26 Mei 2016bertempat di  Gedung Pertemuan RM. Morolejar Wukirsari. Peserta Wajib Latih berjumlah 30 orang, berasal dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, karang taruna,pkk, linmas dan relawan/komunitas peduli bencana yang ada di desa .
Nara sumber berasal dari BPPTKG Yogya, BBWSO Yogya, PMI Sleman, BMKG Yogya, dan BPBDSleman. SMateri yang yang disampaikan antara lain Kebijakan PB di Kabupaten Sleman,Perkembangan Merapi Terkini,Peta Resiko, Ancaman dan Kerentanan,Tata Kerja & Tugas Unit Ops dan Unit Laks PB ,Informasi Prakiraan Cuaca dan upaya kesiapsiagaan warga,Review data demografi warga, Penanganan Kedaruratan dan Logistik,Ancaman banjir lahar hujan Merapi,Skenario geladi dan SOP, PPGD dan Manajemen Kesehatan Darurat Bencana.

 

 
.

May 12

Suara Gemuruh Itu Diikuti Robohnya Pohon Kelapa

Minggir. Angin kencang yang diikuti hujan Rabu (11/05/2016) merobohkan pohon kelapa berdiameter 40 cm dan menimpa rumah Subakir (60) di dusun Jonggrangan, Sendangarum, Minggir yang mengakibatkan rumahnya mengalami kerusakan. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, hanya Subakir yang berada di teras rumahnya.

“Saat saya di depan rumah angin sangat kencang pak, tiba tiba terdengar suara gemuruh dan suara braaak. Ternyata pohon kelapa ini menimpa wuwungan rumah saya, kebetulan rumah saya sedang kosong pak, kejadianya jam 14 .15 dan sangat cepat” katanya saat personel BPBD Sleman datang menyerahkan terpal untuk antisipasi bila hujan datang. Tak berselang lama komunitas relawan JKM bersama TRC BPBD Sleman berhasil mengevakuasi pohon kelapa tersebut.

Terpisah kepala pelaksana BPBD Sleman Drs.H.Julisetiono Dwi Wasito mengatakan dimusim pancaroba ini masih berpotensi hujan disertai angin, diharapkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan semua pihak menghadapi musim ini. (Tri)

IMG20160511150700

 

IMG20160511151558

 

May 06

Hujan Disertai Angin, Beberapa Pohon Menimpa Rumah

Mlati. Hujan disertai angin terjadi lagi diwilayah Kabupaten Sleman, kali ini melanda Kecamatan Mlati,  jum’at (6/05/2016) jam 14.30. Terpantau 5 dusun terdampak di wilayah Sumberadi,  Kecamatan Mlati antara lain dusun Kadilangu,  Cabaan,  Brengosan,  Cpkerten,  Danen.  Namun sejauh ini jumlah kerugian materi belum bisa di hitung karena masih ada perkembangan laporan baik dari TRC BPBD Sleman, SAR Kaliurang maupun dari relawan yang melakukan penanganan dilapangan. Sementara Ka. Des Sumberadi Hadi Sarnyoto ketika ditemui di Posko Darurat penanganan bencana mengatakan kemungkinan jumlah kerugian materi masih bertambah berhubung belum semua padukuhan melaporkan dampak hujan disertai angin tadi. Langkah yang diambil pihaknya langsung mengumpulkan dukuh di wilayah Desa Sumberadi untuk berkoordinasi dengan BPBD Sleman. Berdasarkan laporan yang masuk di PUSDALOPS BPBD Sleman, kejadian sore ini juga melanda Kecamatan Gamping dan Seyegan. Untuk antisipasi hujan sebagai penanganan darurat BPBD Sleman telah mendistribusikan terpal untuk korban yang rumahnya terdampak angin tadi siang, sedangkan untuk penanganan yang belum selesai dilanjudkan besok (Sabtu, 07/05/2016)(Tri)

IMG-20160506-WA0017

IMG20160506183103

Apr 20

Geladi Lapang Penanggulangan Bencana Tanah Longsor

Pada hari jum’at, 15 April 2016 Bupati Sleman menghadiri geladi lapang penanggulangan bencana tanah longsor di Diusun Cepit, Bokoharjo Prambanan. Dalam kegiatan ini hadir pula Kepala Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD DIY, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Drs. H. Julisetiono Dwi Wasito, SH. MM, Camat Prambanan dan Muspika Kecamatan Prambanan.

Dalam geladi lapang penanggulangan bencana tanah longsor tersebut ditampilkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor yang menimpa warga D usun Cepit, Bokoharjo,Prambanan. Pada kesempatan itu juga Bupati Sleman mengukuhkan forum pengurangan resiko bencana Desa Bokoharjo, Prambanan.

Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman dari segi geografis, geografis, geologis dan demografis menyimpan potensi ancaman bencana, baik dari faktor alam maupun faktor non alam salah satunya ancaman bencana tanah longsor di Desa Bokoharjo. Geladi lapang dilaksanakan untuk mempersiapkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

P_20160415_095121[1]P_20160415_095429[1]P_20160415_100542[1]

 

Apr 20

Workshop Pembentukan Sekolah Siaga Bencana di 4 Sekolah

Dalam upaya  membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanggulangan bencana, BPBD Sleman menyelenggarakan kegiatan workshop pembentukan sekolah siaga bencana di 4 sekolah di Kabupaten Sleman yang rawan terhadap ancaman bencana alam. Kegiatan ini telah dilaksanakan di SMP N 2 Berbah ( 4 – 9 April ), SMP N 1 Kalasan ( 13 – 19 April ) yang berpotensi terhadap ancaman bencana gempa bumi.

Pemateri atau narasumber berasal dari BPBD Sleman dan  LSM Yakkum Emergency Unit (  YEU ) dengan menyampaikan materi tentang kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman, pemetaan resiko disekolah, penyusunan RPB di sekolah, penyusunan tim siaga dan alur komando sekolah, peringatan dini di sekolah, penyusunan standar opersional prosedur ( SOP),penyusunan rencana kontijensi, pelatihan PPGD awam dan PHBS, penyusunan draft MOU Sister School serta penyusunan skenario dan penataran pelaku geladi lapang.

Peserta kegiatan ini berasal dari guru, karyawan, komite sekolah, perwakilan siswa ( OSIS ), perwakilan desa dan perwakilan kecamatan sejumlah 40 orang. Nursidi Winarta, SPd mengungkapkan kegiatan ini dapat meningkatkan institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah.

Kegiatan Workshop pembentukan sekolah siaga bencana secara bertahap akan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Ngemplak ( 22 – 28 April ) dan SMA N 2 Ngaglik ( 4 – 12 Mei ) yang di persiapkan menjadi sekolah penyangga bagi sekolah yang berada di kawasan rawan  bencana erupsi Gunung Merapi.

P_20160406_151618[1]

 

Apr 08

Hujan Disertai Angin Beberapa Pohon Tumbang

Seyegan, Hujan disertai angin kencang yang terjadi siang ini (Jum’at, 08/04/2016) mengakibatkan beberapa pohon roboh di wilayah Kecamatan Seyegan. Dua diantaranya menimpa rumah dengan kerusakan ringan, di kediaman Jasmadi (61) di dusun Cibuk Lor Rt. 01/20 Margoluwih,  Seyegan tertimpa pohon jati dengan diameter 20 cm, kerusakan pada bagian atap dan beberapa seng mengalami kerusakan. Sedangkan di Rt 04/19 masih di dusun yang sama, 2 pohon talok menimpa kanopi rumah Jemirin (47) tidak ada kerugian yang berarti dalam kejadian ini. Masih di seputatan dusun Cibuk Lor, pohon pace roboh mengganggu akses jalan tepatnya di depan SD Cibuk,  Margoluwih,  Kecamatan Seyegan.

Sementara di Cebongan Lor,  Tlogoadi, Kecamatan Mlati sebuah pohon sukun roboh, pohon yang berdiro ditengah makam ini mengakibatkan kerusakan pagar makam dengan kerugian kurang lebih 1.500.000 rupiah. Dari pantauan Tim Reaksi Cepat BPBD Sleman dan relawan PB,  sejauh ini tidak ada kerugian jiwa.  Sementara berita ini diturunkan TRC BPBD Sleman bersama warga dan relawan  masih berada di lapangan mengatasi kejadian ini. (Tri)

IMG-20160408-WA0014IMG-20160408-WA0018IMG-20160408-WA0017

Apr 01

” Wingi Sonten Jawah Pak Ning Mboten Deres, Angine Sing Santer “

Begitulah kata kata yang keluar dari Winarsih (45) saat tim BPBD Sleman mendatangi kediamanya di dusun Kedung Banteng Rt.04/16 Sumberagung, Moyudan. Rumah Winarsih kemarin sore (Kamis,31/3/16) tertimpa pohon sengon laut diameter 40 cm yang mengakibatkan bagian dapur dan sebagian rumah pokok rusak pada bagian atap dan beberapa buah usuk patah. Sementara tim BPBD Sleman yang datang sekaligus menyerahkan bantuan logistik pangan dan non pangan, juga melakukan verifikasi terhadap kerusakan rumah dampak dari kejadian angin kencang kemarin sore. Masih di dusun yang sama,pohon jati berdiameter 40 cm juga menimpa rumah Siti Mubaidiah, bagian dapur yang terdampak dalam kejadian ini, sementara rumah Siti Kusidasih yang juga tetangga dekat Siti Mubaidah tampak beberapa genteng pecah akibat pohon weru yang roboh dalam peristiwa ini.

Beralih dikecamatan Godean rumah Bibit Supriyo (60) tertimpa pohon salam yang patah tepat menimpa wuwungan, sehingga bebrapa usuk dan kayu patah. Dari pantauan TRC BPBD Sleman yang sesaat setelah kejadian berada dilokasi sejauh ini tidak ada korban jiwa dan lika, hanya kerugian materil yang tampak dan dapat di atasi oleh TRC BPBD Sleman dibantu warga dan komunitas relawan penanggulangan bencana yang ada di wilayah Kab. Sleman.

IMG20160401111138 IMG20160401104738

IMG20160401103125

Mar 18

Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana di 10 Desa

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat menghadapi bencana, BPBD Sleman menggelar sosialisasi pengurangan resiko bencana di 10 Desa Kabupaten Sleman yang rawan terhadap ancaman bencana angin puting beliung dan banjir lahar hujan. Kegiatan ini telah mulai dilaksanakan di Desa Sumberejo ( 7-8 Maret 2016 ) dan Desa Pondokrejo (23 – 24 Februari ) Tempel yang berpotensi tinggi pada ancaman puting beliung dan banjir lahar hujan. Kemudian Desa Margorejo, Tempel(14 -15 Maret), Desa Caturharjo, Sleman (16 – 17 Maret) yang berpotensi terhadap ancaman angin puting beliung.

Narasumber berasal dari BPBD Sleman yang menyampaikan materi kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Badan Lingkungan Hidup Sleman menyampaikan materi Upaya Pengelolaan Pohon Perindang dan Mitigasi Terhadap Bencana. Sementara BMKG Yogyakarta menyampaikan informasi perkiraan cuaca dan iklim yang berpotensi menimbulkan bencana.

Kegiatan ini diikuti perangkat desa, komunitas/relawan peduli bencana, pkk, karang taruna, tokoh masyarakat dan lembaga lain sejumlah 50 orang. Peserta menyambut baik kegiatan ini karena dapat mengetahui hal – hal apa saja yang harus di persiapkan dalam menghadapi bencana yang ada di lingkungannya.

Selanjutnya, kegiatan sosialisasi pengurangan resiko bencana ini secara bnertahap akan akan dilangsungkan di Desa Tridadi, Sleman, Desa Sariharjo, Ngaglik, DEsa Umbulmartani,Ngemplak, Desa Tirtoadi, Mlati, Desa Nogotirto, Gamping dan Desa Purwomartani, Kalasan.

IMG_0044

Mar 12

Pohon Tumbang Dan Banjir Melanda Wilayah Sleman

Hujan deras disertai angin yang melanda  beberapa wilayah di Kabupaten Sleman sore ini (13/03/2016) mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan banjir di beberapa titik yang diakibatkan sungai yang meluap karena tidak mampu menampung air hujan. Di jalan Pangukan, Tridadi, Sleman dilaporkan pohon akasia berdiameter 30 cm tumbang dan melintang dijalan, tidak ada korban dalam kejadian ini meski pengguna jalan sempat terhenti beberapa menit saat Team Reaksi Cepat BPBD Sleman bersama Komunitas relawan melakukan penanganan. Sementara di wilayah Kecamatan Ngemplak sebatang pohon wadang melintang dijalan, beruntung tidak ada kerugian baik materi maupun jiwa dalam kejadian ini.

Di Kecamatan Pakem tepatnya di dusun Ngepring, Purwobinangun sebuah rumah dilaporkan roboh akibat hujan deras tadi sore, rumah Teguh (50) tampak rusak berat. Namun evakuasi barang terkendala cuaca yang masih hujan dan listrik padam dan akan dilanjudkan esok pagi.

Sementara di dusun Kadisobo 7 rumah dilaporkan terendam air 20 cm di dalam rumah dan 50 cm di jalan kampung. Di disun Kragilan, Trihanggo, Gamping beberapa RT terendam air luapan sungai Bedog dan Winongo, 15 kk yang terdiri dari 65 jiwa mengungsi di balai RW dan masjid setempat akibat banjir kali ini, berdasarkan pantauan TRC BPBD Sleman sejauh ini tidak ada korban jiwa. BPBD Sleman telah mendistribusikan logistik pangan untuk kebutuhan pengungsi di tempat pengungsian. Sampai berita ini diturunkan anggota TRC masih di berada dilapangan baik yang melakukan penanganan pohon tumbang maupun pemantauan di lokasi banjir. (Tri)

IMG-20160312-WA0045IMG-20160312-WA0064IMG20160312223004

 

Mar 10

Lahar Hujan Membawa Berkah Bagi Penambang

Aliran lahar hujan di kali Gendol Kamis (10/32016), meluncur sejauh 7,5 km dari puncak Merapi dengan membawa material bebatuan dan pasir. Hujan di puncak sekitar pukul 15.00 wib, sedangkan yang di lereng tidak terjadi hujan.

“Hujan tadi sekitar pukul 15.00 wib pak, sedangkan di sekitar sini (dusun Kopeng) tidak terjadi hujan”, kata Amir (55) warga dusun Batur,Kepuharjo,Cangkringan ditemui di lokasi sungai Gendol. Dari pantauan team TRC BPBD Sleman yang dipimpin langsung Koordinator TRC Sugiyanto Raharjo menuturkan ketika ada informasi aliran para penambang pasir segera menyingkir menghindar untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Menurut warga yang enggan disebut namanya aliran seperti ini sudah terjadi 2 kali dalam satu musim penghujan kali ini. “Aliran seperti ini sangat di nantikan para penambang pak,sebab dari sinilah kami menghidupi keluarga kami”,tambahnya. (Tri)

IMG20160310173129                                                                                                                                    IMG20160310173948                                                                                                                            IMG20160310173514

Older posts «